TAKENGON, KABARGAYO | Semen menjadi barang langka di Kabupaten Aceh Tengah saat ini. Kalaupun ada harga diatas harga normal, hal ini membuat jajaran Polres turun tangan menertibkan dan mengingatkan masyarakat dan pedagang agar tidak melakukan penimbunan yang membuat situasi tambah runyam.
Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq melalui Kasat Intelkam Polres Aceh Tengah Iptu Denny Dharmawan melakukan pengecekan kebeberapa toko.
Dari beberapa pemilik toko semen mengatakan, belakangan pasokan semen yang mulai berkurang dari distributor. Bahkan hari ini toko semen tidak lagi ada stok semen.
Lain itu, karena pasca bencana kebutuhan material semen meningkat. “Kita dapatkan pendapat itu dari beberapa toko semen yang ada di Kota Takengon,” ujar Kasat Intel Denny Dharmawan, 29 Juli 2026.
Meski demikian, para pemilik toko menyampaikan bahwa kenaikan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya harga tebus dari distributor dan biaya distribusi yang semakin tinggi, sehingga bukan semata-mata disebabkan oleh kebijakan toko.
Kapolres AKBP Muhamad Taufiq mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying), karena tindakan tersebut justru dapat memperburuk kondisi ketersediaan barang di pasaran.
Pihak Polres Aceh Tengah juga mengingatkan seluruh distributor, agen maupun pemilik toko bangunan agar tidak melakukan penimbunan ataupun praktik penjualan yang bertentangan dengan hukum.
Kepolisian akan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi dan perkembangan harga bahan bangunan bersama instansi terkait.
Kapolres Taufiq berharap kepada masyarakat yang menemukan adanya dugaan penimbunan yang dilakukan para pihak untuk segera melaporkan.
“Ya kami bergarap jika ada penimbunan segera laporkan agar kita tindak,” ungkap Taufiq.
Penulis, JURNALISA