160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Kondisi Terkini Kopi Gayo: Awal Panen Kualitas Masih Kurang Baik, Namun Permintaan Tinggi

TAKENGON, KABARGAYO | Kondisi kopi Gayo pada awal musim panen saat ini menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada kopi yang berasal dari wilayah dengan ketinggian sekitar 1.000–1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kopi dari dataran yang relatif lebih rendah tersebut dinilai memiliki sejumlah kelemahan. Beberapa buah ditemukan berlubang akibat serangan hama, sementara warna merah pada buah yang matang cenderung tidak terlalu kuat. Kondisi ini diduga berkaitan dengan karakteristik musilase yang lebih sedikit.

Pada fase awal panen, persoalan lain yang perlu menjadi perhatian adalah tingginya potensi serangan penggerek buah kopi. Kondisi tersebut dapat berdampak pada kualitas green bean dan berpotensi menimbulkan masalah pada proses roasting apabila bahan baku yang terserang tidak disortir dengan baik.

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah kebersihan kebun. Kebun yang jarang dilakukan penyiangan dapat menjadi tempat berkembang atau berlindungnya hama. Ketika tanaman mulai berbuah, hama tersebut berpotensi kembali menyerang buah kopi.

Sebagai langkah antisipasi, petani disarankan melakukan pengarukan atau pelalangan secara rutin, memasang perangkap hama, serta melakukan pemetikan dan pemusnahan buah yang tingkat serangannya sudah tinggi.

Meski kualitas kopi pada awal panen ini dinilai belum optimal, kondisi pasar menunjukkan kopi Gayo tetap memiliki permintaan tinggi. Kelangkaan pasokan membuat kopi tetap terserap pasar meskipun kualitas bahan baku belum berada pada kondisi terbaik.

“Meski kwalitas belum optimal namun pasar menunjukan permintaan yang tinggi. Kualitas bahan baku belum berada pada kondisi terbaik,” ujar Armiadi, 9 September 2026.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa tingginya harga dan permintaan kopi tidak boleh membuat aspek budidaya dan kualitas diabaikan. Pengendalian hama, sanitasi kebun, pemetikan selektif, hingga proses pascapanen tetap menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas kopi Gayo.

“Petani harus selektif dalam tahapan pemetikan buah kopi karena menjadi faktor menjaga kualitas kopi Gayo itu sendiri,” ujar Armiadi yang sudah malang melintang di dunia kopi Arabika Gayo.

Kopi langka belum tentu berarti kualitasnya selalu terbaik. Justru ketika pasokan terbatas, menjaga kualitas menjadi semakin penting, tutup Armiadi.

Penulis, JURNALISA

Berita Terkait
iklan