TAKENGON, KABARGAYO | Hutan lindung dikawasan Desa Wih Terjun, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah mulai dirambah para cukong kayu, hingga masyarakat setempat resah dan melaporkan ke aparat penegak hukum.
Menurut warga Suyanto, sepekan ini ada ratusan batang pohon dari berbagai jenis kayu ditebang dengan mengunakan mesin.
Desa Wih Terjun yang selama ini terkenal teduh dan asri kini berubah menjadi hutan yang ditebang secara brutal. “Hutan Itu lindung dan menjadi sumber mata air selama ini. Kini masyarakat resah dengan penebangan itu,” ungkap Suyanto kepada media ini.

Dijelaskan Suyanto, selama ini ada tiga desa yang berharap penuh kepada air bersumber dari hutan lindung itu.
Menurut Suyanto, masyarakat sudah mengumpulkan tandatangan penolakan perambaham hutan lindung itu. “Saat ini ada 102 orang yang telah menandatangani petisi penolakan itu,” sebut Suyanto lagi.
Penebangan sudah dilakukan sebanyak 5 sampai 10 hektar. Kalau ini terus dibiarkan khawatir warga kedepan mereka tidak ada lagi mempunyai sumber air bersih.
Perambahan hutan ini sudah dilaporkan oleh masyarakat setempat ke Aparat penegak hukum (Polres Aceh Tengah-red).
Masyarakat menurut Suyanto meminta aparat penegak hukum memproses sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Masyarakat sudah melaporkan warga berinisial ST juga diduga sebagai kepala Dusun Bur Bulet, ke Polres,” sebut warga lain yang namanya enggan ditulis. JURNALISA
AKBP Muhammad Taufiq Amankan 300 Material Diduga Mengandung Emas Dari Lokasi Tambang Lukup Badak Takengon, “Kita Komitmen Menindak Untuk Menjaga Lingkungan”