TAKENGON, KABARGAYO | Pelarian dua hari dari Pekanbaru, Riau rebah di kasur empuk salah satu gubuk di Desa Kung, Pegasing, Kecamatan Aceh Tengah, pukul 03.10 Wib Pagi Jum’at.
Entah lelah atau ketakutan setelah “Mengeksekusi” korban lansia hingga tak bernyawa. Empat pelaku pembunuhan berpencar mencari perlindungan diri menghilangkan jejak kaki, dari kejaran aparat penegak hukum.
Namun, kelihaian mereka tak sebanding dengan teknologi dan cara aparat penegak hukum untuk mengendus jejak pelarian mereka.
Keduanya, S (33) dan AFT (21) menurut pengakuan keduanya kepada aparat, mereka sedang menjalin hubungan asmara. AFT sendiri mantan menantu dari korban lansia berusia (60) tahun yang harus kehilangan nyawa akibat hantaman kayu balok.
Pelarian mereka “berlabuh” di Kecamatan Pegasing tepatnya Desa Kung. S (33) diduga warga Aceh Tengah (KTP).
Pengakuan dua pelaku menghabisi korban karena sakit hati. “Pelaku mengaku menghabisi korban karena sakit hati,” ujar Kapolres AKBP Taufik saat dikonfirmasi.
Dan keduanya melalukan pelarian ke Aceh Tengah menggunakan mobil rental.
“Barang BB yang berhasil disita juga hasil dari Pekanbaru dan belum sempat dijual,” ujar Kapolres Taufik lagi.
Penulis, JURNALISA