TAKENGON, KABARGAYO | Sejak terjangnya di dunia perhotelan tidak diragukan lagi. Dimana bumi dipijak, disitu langit di junjung. Tekadnya memajukan sebuah penginapan atau hotel tampaknya sudah tidak perlu disangsikan lagi.
Dirinya sempat di Aceh Tengah kurang lebih 4 tahun lamanya mengelola sebuah hotel berbintang, dari nol hingga memiliki aset miliaran rupiah.
Bekerja dibawah managemen Parkside hotel grub dibawah pimpinan Mugi Harjo. Managemen hotel dibawah tangan dingin Mugi Harjo telah pula “mengakar” hingga ujung barat dan timur Indonesia.
Di Aceh sendiri manajemen hotel parkside telah membawahi beberapa hotel, seperti Portala Renggali hotel (Aceh Tengah) dan beberapa lainya di pinggiran Danau Lut Tawar. Lain itu ada di Meulaboh serta Kota Banda Aceh.
Presiden Direktur Mugi Harjo pertengahan April 2026 lalu “merotasi” beberapa General Manager (GM) diantaranya Noersyam Akhmad.
General Manager bertangan dingin ini mempunyai komitmen yang teguh dimanapun dirinya ditempatkan untuk meraih sukses sebuah perhotelan.

Setelah berhasil di Takengon, Noersyam demikian dirinya disapa, berpindah “Membangun” hotel di Meulaboh tepatnya Hotel Meuligoe dan Portala Tiara Hotel.
Namun saat ini oleh Mugi Harjo, pria kelahiran Jawa Timur ini “memasuki” Provinsi Aceh untuk mengelola hotel Portala Grand Arabia.
Tampaknya Noersyam sangat dipercaya oleh manajemen sebagai specialis memperbaiki hotel-hotel agar lebih manu dibawah managemen Parkside.
GM Portola Grand Arabia Banda Aceh Eddy Suhedy pindah ke Parkside Meuligoe hotel Meulaboh, GM Portola arabia Band Aceh Zainal Mutaqin pindah ke Portola Tiara Meulaboh.
Lain itu, GM Parkside Waena Papua Abdul Rahman pindah ke Portola grand Renggali Takengon.
Penulis, JURNALISA