TAKENGON, KABARGAYO | Langkah cepat Bupati Aceh Tengah Drs Haili Yoga dalam membangun negeri diatas awan ini tampaknya tidak “bisa” diikuti oleh beberapa kadis.
Entah karena itupula Haili Yoga berupaya merotasi melalui evaluasi yang akan dilakukan esok hari.
Evaluasi sendiri sebenarnya sangat diperlukan saat ini, dimana daerah yang harus bangkit dari bencana membutuhkan tenaga dan pikiran (para kadis-red) dengan langkah dan pemikiran yang sama dengan bupati sendiri.
Kabar terbaru yang diterima wartawan dari kalangan atau orang “dalam” bupati Haili Yoga akan “mendalami” posisi kadis Perhubungan, Parawisata serta Bappeda.
Kabar ini memang belum benar adanya. Namun melihat lambatnya penanganan “masalah” dilapangan kiranya menurut sumber Kabargayo.co.id, bupati harus mengevaluasi penuh tiga lembaga dinas ini.
Kenapa karena tiga dinas ini berfungsi sangat vital. Pertama Perhubungan sampai hari ini tidak bisa menertibkan juru parkir liar (terkait PAD).
Selanjutnya Dinas Parawisata yang bekerja lambat mempromosikan wisata gayo yang terpuruk saat ini. Lain itu Bappeda, dinas ini sampai detik ini belum menyelesaikan RT/RW Kabupaten berpenghasil kopi Arabika.
“Ketiga dinas ini sangat urgen fungsinya untuk menghasilkan PAD daerah. Tapi bekerja lambat sekali, dan perlu evaluasi ketat oleh Haili Yoga,” sebut Suhadi pengamat pergerakan dinas di Aceh Tengah, 5 Juli 2026.
Disampaikannya lagi, kadis selfi-selfi harus dimutasi oleh Haili Yoga. “Berikan tempat baru sesuai dengan hobi dan kemampuannya,” ucap Suhadi lagi.
Dinas Perhubungan sampai saat ini tidak mampu menyelesaikan juru parkir liar yang bertebaran di beberapa titik kota Takengon.
“Apa sih susahnya menertibkan preman parkir. Pemerintah punya alat negara Satpol PP-WH dan aparat kepolisian untuk menertibkan,” ucapnya dengan nada sedikit keras.
Menurut Jumadil Enka, terkait RT/RW kegiatan itu tidak lagi berada di Bappeda, namun telah beralih ke Dinas PUPR. “RT/RW bukan kita lagi yang menangani tapi sudah Dinas PUPR, disitu susah ada Kabidnya,” jelas Jumadil Enka meluruskan pernyataan Suhadi.
Penulis, JURNALISA