TAKENGON, KABARGAYO | Sukran mantan aktivis (HMI) ini sekarang sudah bisa bernafas lega, berkat kegigihan dan kesabaran menjalankan bisnis dengan tekad dan doa dari kedua orangtua serta istri.
Kemarin didampingi Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, melepas Kopi menuju Timur Tengah (Uni Emirat Arab-Kota Dubai) sebanyak 19,2 ton. Dan bukan kali ini saja Toke Sukran melakukan pengiriman.
Tujuan kopi Winenya adakah pasar global. Sukran mantan aktivis dalam perjalanannya karirnya sempat “mengamen” untuk menjajakan produk Wine yang dia proses sendiri ke beberapa provinsi di Indonesia, seperti; Bali, Jogja, Surabaya, Jakarta, Bandung dan provinsi lainya.

Sebelum turun sebagai Toke Kopi Wine, sosok pemuda kampung ini pernah menjadi toke Tomat di Pasar Paya Ilang beberapa tahun. Nakun karena kerasnya kehidupan dagang dan hasil produksi saat itu, Sukran banting setir mengolah kopi Arabika pilihan menjadi Kopi Wine.
Perjalanannya karirnya sebagai aktivis juga (saat itu) patut diajungkan jempol. Banyak pejabat yang “klengger” saat dirinya melakukan aksi membela kaum paling bawah atau masyarakat.
Pernah sekali dia bercerita didekati pejabat agar “manut” dengan keputusan. Namun Sukran tetap teguh dengan pendiriannya, rendah kebawa tegak membela rakyat.
Dan tak jarang dalam aksinya demonya, Sukran yang mempunyai rambut Kribo berurusan dengan aparat kepolisian.
“Saya pernah ditahan. Ngak ngerti entah kenapa. Tapi saya kembali berada bersama barisan, pecah pot bunga biasa dalam aksi,” sebutnya dengan sikap kocak tertawa renyah.
Sebelum dapat mandiri, sebagai pemula saat itu kenang Sukran. Dirinya pernah memanfaatkan lahan kosong milik pemerintah di Musara Alun, untuk menjemur bahan kopi agar kering. Berlahan dan berlahan kemampuan bisnisnya beranjak mendapatkan kepercayaan pembeli hingga mengadakan lahan kosong dari hasil penjualan kopi Wine.
“Saya beranjak dari dasar. Banuak sport dari saudara dan kawan. Alhamdulillah bisa berdiri seperti saat ini. Saya baru memulai sambil terus belajar. Doakan semua berjalan lancar,” ujar Sukran, 11 Juni 2026.

Dirinya terus bercita-cita Kopi Arabika Gayo menjadi salah satu produk unggulan Bangsa Indonesia dipasar-pasar dunia.
Sebagai pemuda kampung yang ingin terus belajar bisnis, dirinya membuka peluang bagi anak-anak muda Gayo yang ingin berbisnis.
Saat ini menurutnya bisnis adalah salah satu peluang kerja yang terbuka lebar, tinggal bagaimana mengasah kemampuan dalam menjadikan diri lebih berarti dan bermanfaat.
Penulis, JURNALISA