TAKENGON, KABARGAYO | Dalam bahasa Gayo pepatah Behu Berdedele saat ini menjadi penguat semangat dalam melakukan pengerjaan badan jalan Enang-Enang. Behu berdedele makna atau artinya bersama-sama kita mampu mengerjakan apa saja.
Begitu pula saat ini dalam “menyelesaikan” pengerjaan badan jalan Enang-Enang yang dilakukan (Dimotori) sosok Syahrial Abadi mantan Mukim di Bener Meriah.
Syahrial tergerak membuka kembali akses badan jalan yang amblas akibat longsor diakhir tahun 2025 lalu.
Saat ini “kebersamaan” terus berpihak kepada Syahrial Abadi. Hampir setiap hari masyarakat yang datang memberikan suport semangat serta bantuan atau sedekah untuk penyelesaian jalan nasional itu.

Dukungan juga datang dari Wakil Ketua DPRK H. Hamdan, S.H beserta alumni 88 SMU 2 Ujung Temetas.
Politisi Hamdan langsung mendatangi lokasi jalan Enang-Enang dan bertemu langsung dengan Syahrial Abadi serta para anggotanya yang tengah bekerja. Syahrial Abadi sendiri telah berada di Enang-Enang hampir selama satu bulan lamanya.
Jalan Enang-Enang yang mempunyai kenangan tersendiri bagi masyarakat wilayah tengah Aceh ini, beberapa pekan kedepan sudah bisa dilalui.
Hamdan bersama rekan-rekan alumni 88 mengucapkan terimakasih dan memberikan sedikit bantuan serta dorongan semangat untuk semua para pekerja, juga Syahrial Abadi.
Pekerjaa ini menurut Hamdan sangat mulia, dimana selama ini jalan Enang-Enang mempunyai arti tersendiri bagi masyarakat Gayo.
“Ini pekerjaan mulia dan semoga Syahrial Abadi dan para pekerja yang telah lama disini diberikan kesehatan dalam menyelesaikan pekerjaan ini,” ujar Hamdan sambil memeluk Syahrial Abadi mewakili alumni SMU Ujung Temetas, 20 Juni 2026.
Wakil Ketua DPRK Aceh Tengah Hamdan, berharap pemerintah pusat segerakan penanganan jalan dan Jembatan nasional di wilayah tengah, Aceh.
“Wilayah tengah ini urat nadi Provinsi Aceh, harus ada perlakuan lebih agar semua bisa berjalan dengan lancar arus barang keluar masuk,” pinta Hamdan.
Penulis, JURNALISA