TAKENGON, KABARGAYO | Hari ini Pembela Tanah Air (PETA) Aceh Tengah melakukan Musyawarah Daerah (Musda). Peta adalah salah satu kekuatan (Penyangga) Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada masa konflik berkecamuk di Aceh, kala itu.
Peta memiliki jaringan luas hingga ke Pusat. Untuk Peta Provinsi Aceh diketuai Ir.Tagore Abubakar kini menjabat sebagai Bupati Bener Meriah.
Tagore mengatakan, bahwa selain Musda ada kerinduan untuk bernostalgia antara sesama pengurus Peta di dua kabupaten serumpun (Aceh Tengah dan Bener Meriah).
Tagore mengajak kepada anggota Peta agar terus menjaga keutuhan, kesatuan bangsa dan kekompakan antara semua elemen untuk kemajuan daerah serta negara NKRI.
“Tidak ada yang dapat memisahkan sejengkal tanah pun dari Peta Global yang ada saat ini,” kata Tagore 29 Juni 2026.
Peta hadir, dari kesadaran warga membela NKRI tahun 1999. Perlawanan rakyat bangkit dengan nama peta. “Peta hadir karena perlawanan dari rakyat semesta membela NKRI,” tegas Tagore, sambil mengatakan dan semangat itu sampai hari ini tetap sama.

Awalnya, diurai Tagore. Banyak organisasi muncul dari rakyat hingga disatukan menjadi Pembela Tanah Air. Organisasi berkembang hingga ke pesisir saat konflik Aceh.
“Ya, tidak semua orang sejalan dengan satu gerakan itu. Kami hadir untuk menjadi Penyangga Merah Putih di wilayah tengah ini,” tutur Tagore, 29 Juni 2026 saat pembukaan acara.
Organisasi Peta juga resmi didukung oleh pemerintah dibawah binaan TNI dan Polri. “Perlawanan dari rakyat sah-sah saja saat negara membutuhkan tenaga dari rakyat,” cetus Tagore disambut tepuk tangan riuh peserta yang hadir.
Dalam kesempatan itu, Tagore mengatakan, beberapa pengurus Peta di Kabupaten akan melakukan penyegaran dengan Musda.
“Kita sekalian bernostalgia dengan anggota-anggota Peta yang militan terhadap NKRI. Kita aktifkan untuk pemberdayaan ekonomi keluarga masing-masing anggota agar taraf kehidupan sesama mereka tidak ada ketimpangan,” lanjut Tagore.
Penulis, JURNALISA