TAKENGON, KABARGAYO | Keberadaan Baitul Mal Aceh Tengah mendapat kritik tajam dari Wakil Ketua 1 DPRK, Hamdan. Pasalnya, belakangan dia banyak menerima keluhan dari masyarakat setempat.
Salah satu yang dikeluhkan warga adalah, Baitul Mal selama ini tertutup alias pelit informasi. Hanya orang atau pihak tertentu saja diladeni.
“Semua harus diayomi. Dana yang dikelola Baitul Mal itu, dana umat,” tegas Hamdan, 15 Juni 2026.
Hamdan menyayangkan kedangkalan berpikir Baitul Mal. Seharusnya paham bahwa siapapun dapat memanfaatkan dana yang dikelola. Tanpa memandang strata sosial.
Contohnya bantuan untuk pendidikan. “Mau itu S1 hingga S3, boleh mendapat dukungan,” kata politisi Nasdem itu.
Mirisnya, muncul dugaan Baitul Mal hanya membiayai atas perintah eksekutif saja. Bahkan setidaknya, kalau mau dapat harus melalui pintu belakang.
“Kalau dugaan itu terbukti, harus segera kita evaluasi. Dalam dekat ini saya akan panggil mereka,” cetusnya.
Penulis, JURNALISA