JAKARTA, KABARGAYO | Solidaritas Santri Nusantara (SSN) menggagas penyelenggaraan Expo Artefak Nabi Muhammad SAW sebagai agenda berskala nasional dan internasional. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi sejarah peradaban Islam sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di Indonesia.
Penggagas kegiatan, R. Dody Iwa Kusuma Jaya, mengatakan bahwa expo ini direncanakan bekerja sama dengan Dr. Ahmad Al Khazraji beserta jaringan saksi dan komunitas Ansar dari berbagai negara. Menurutnya, kolaborasi tersebut bertujuan menghadirkan artefak-artefak bersejarah yang berkaitan dengan kehidupan Nabi Muhammad sebagai media pembelajaran bagi masyarakat.
“Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Kami ingin memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan yang tidak hanya bernilai religius, tetapi juga edukatif, sehingga masyarakat semakin mengenal sejarah dan peradaban Islam,” ujar R. Dody Iwa Kusuma Jaya dalam keterangan tertulis.
Menurut R. Dody, salah satu lokasi yang dinilai memiliki nilai strategis untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut adalah kawasan Ibu Kota Nusantara. Ia menilai pembangunan IKN sebagai simbol kemajuan bangsa dapat dipadukan dengan kegiatan bernuansa sejarah dan kebudayaan Islam sehingga menjadi daya tarik bagi masyarakat Indonesia maupun pengunjung dari mancanegara.
Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan expo berskala internasional membutuhkan persiapan yang matang, termasuk proses koordinasi lintas negara, pengamanan koleksi artefak bersejarah, hingga dukungan teknologi modern dalam sistem pameran. Oleh karena itu, pihaknya berharap adanya sinergi dari berbagai pihak agar rencana tersebut dapat diwujudkan.
“Kami menyadari bahwa menghadirkan artefak sejarah yang memiliki nilai tinggi memerlukan pembiayaan besar, perencanaan yang matang, serta dukungan berbagai pihak. Karena itu kami berharap pemerintah dapat memberikan dukungan terhadap gagasan ini,” kata Dody.
Solidaritas Santri Nusantara juga berharap memperoleh dukungan dari pemerintah, termasuk melalui Wakil Presiden Rebulik Indonesia ” Gibran Rakabuming Raka serta kepala Otorita IKN” Basuki Hadimuljono, guna menjajaki kemungkinan pelaksanaan kegiatan tersebut di kawasan IKN.
Saat ini, kata Dody. Tim Solidaritas Santri Nusantara masih memfokuskan diri pada penyusunan konsep, korespondensi dengan para mitra internasional, serta pematangan rencana pelaksanaan. Ia menegaskan bahwa seluruh proses akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku serta melalui koordinasi dengan para pemangku kepentingan.
“Sebagai manusia, kami hanya dapat berikhtiar dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya. Selebihnya kami memohon doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia serta seluruh pihak agar cita-cita menghadirkan Expo Artefak Nabi Muhammad SAW ini dapat terwujud dan memberikan manfaat bagi umat,” tutup R. Dody Iwa Kusuma Jaya.
Rel – Jurnalisa