160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Temu Ramah Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAIN Takengon, Usung Tema Dialektika Wahyu dan Zaman

TAKENGON, KABARGAYO | Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon menggelar kegiatan Temu Ramah Mahasiswa Baru dan Lama dengan tema

“Dialektika Wahyu dan Zaman untuk Mengokohkan Fondasi Peradaban Baru melalui Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir”

Kegiatan tersebut berlangsung di Uning Riverside, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.

Hadir sebagai pemateri, Futikhatus Sakdiyah, M.Ag. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir harus mampu membaca fenomena yang terjadi di masyarakat.

“Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir harus mampu menjawab persoalan-persoalan di masyarakat. Mahasiswa IAT harus berperan sebagai pionir agen of change untuk menjawab tantangan zaman,” ujar Futikhatus di hadapan peserta, 10 September 2026.

Kegiatan temu ramah ini dihadiri oleh jajaran dosen IAT IAIN Takengon, di antaranya Kaprodi Muhammad Nurman, M.Ag, Dr. Jufri Hasani Z, MA, Sodikin, M.A, Dr. Irhas, MA, Mutaz Ibnu Yasa, M.Ag, Azwar Tsani, M.Ag, Ahmad Sudianto, MA, Dr. Dwi Sukmanila Syaska, M.Us., dan Rismanudin Tanjung, M.Ag, serta Futikhatus Sakdiyah, M.Ag, bersama mahasiswa baru dan mahasiswa lama IAT.

Kaprodi IAT, Muhammad Nurman, M.Ag, dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa baru harus mampu beradaptasi dengan para dosen dan kondisi akademik di IAIN Takengon.

Ia menyebutkan, jumlah mahasiswa baru Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir tahun ini sebanyak 18 orang, dan jumlahnya semakin meningkat dari tahun ke tahun.

“Yang paling membanggakan, alumni IAT sudah banyak yang bekerja, bahkan ada yang menjadi dosen di IAIN Takengon serta banyak yang sudah mendirikan lembaga Al-Qur’an,” kata Nurman.

Penulis, JURNALISA

Berita Terkait
iklan