160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Sejak Perang Di Timur Tengah dan Rupiah Anjlok Harga Bahan Bagunan Tidak Terkendali

TAKENGON, KABARGAYO | Sejak nilai rupiah tidak terkendali beberapa pekan ini. Semua kebutuhan masyarakat terus bergerak naik. Bukan hanya kebutuhan rumah tangga, tapi harga-harga bahan bangunan melonjak 50 hingga 75 persen.

Kenaikan bahan bangunan seperti besi 12 batangan, biasanya dikisaran Rp.75 ribu perbatang saat ini mencapai Rp.107 ribu. Semen yang masih berproduksi diwilayah Aceh, sementara ini telah menjadi Rp.75 ribu per Sak.

Begitu juga harga Seng Spandek 0.30 dari harga awal 30 ribuan per meter saat ini menjadi Rp.65.000 permeter.

Salah seorang warga yang membutuhkan bahan bangunan menyampaikan, dirinya tidak menyangka begitu drastis kenaikan harga-harga bahan bangunan.

“Drastis naik begitu cepat. Apakah ini karena rupiah terus terpuruk hingga bahan bangunan juga bergerak naik,” kata Aman Andi  khawatir dirinya tidak lagi sanggup membeli material atau bahan bangunan, 9 Juni 2026.

Aman Andi terpaksa mengurungkan niatnya membangun rumah karena baget yang dimilikinya tidak mencukupi membeli bahan bangunan yang melejit naik.

“Terpaksa saya urungkan niat saya membangun ruma, karena harga barang melambung tinggi,” kata Aman Andi, 8 Juni 2026 sepulang dari Toko Bangunan dijalan Lebe Kader, Takengon.

Pemilik toko semen Sukur, kepada media ini mengatakan, harga-harga barang terus naik, “Kami pun pusing karena naik pembeli tidak ada,” kata Sukur hingga barang tertahan.

Dirincikan Sukur sejak rupiah anjlok dan perang di Timur Tengah barang naik berlahan. “Tidak sekali naik, pelan-pelan tapi seterusnya pembeli terasa dan kami juga tidak menginginkan hal itu terjadi,” jawab Sukur lagi.

Sebagai pedagang, Sukur berharap ada perbaikan ekonomi di Aceh dan khususnya Indonesia, “agar daya beli masyarakat kembali ada,” harap Sukur lagi.

Penulis, JURNALISA

KABARGAYO.CO.ID ~ KRITIS, INDEPENDEN & TERPERCAYA

You might also like