TAKENGON, KABARGAYO | Jasad kedua korban tenggelam di Danau Lut Tawar, Takengon tepatnya di Kawasan Mepar, Kecamatan Kebayakan telah diserahterimakan kepada pihak keluarga melalui Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru Takengon.
Kabid Kebencanaan Iwan Ilham Abadi
Kabid Kedaruratan, logistik, pemadan kebakaran dan penyelamatan menceritakan bagaimana timnya (BPBD), GDC serta Basarnas berusaha mencari dengan melakukan penyelaman selama dua hari.
Kendala pertama yang dihadapi adalah, arus air bawah yang deras dan keruh. Tim yang mengunakan alat penerangan hanya mampu melihat beberapa meter didalam air.
Selanjutnya pihak penyelam juga tidak bisa berulang kali memasuki air dengan mengunakan alat atau Oksigen. Pertama perlu memperhatikan kondisi fisik dan keselamatan.
Menurut Iwan Ilham hari pertama kebiasaan tim melakukan penyelamatan di Danau Lut Tawar memang kesulitan.
“Biasanya jasad para korban tenggelam dan belum muncul kepermukaan, karena faktor alam,” kata Iwan Ilham sama seperti yang disampaikan Pendi anggota GDC Takengon.
Hari pertama dengan tiga gelombang pencarian mencapai 9 kali tiga tim turun kedalam danau. Hingga berhenti pencarian dipukul 18.15 Wib (hari pertama)
Dihari kedua Tim kembali melanjutkan pencarian dengan pengembangan pola cari dengan menyisir puluhan meter dari berbagai sisi danau. Namun juga belum berhasil ditemukan hingga pukul 18.10 Wib.
Ungkap Iwan Ilham, belum berapa lama tim pencari sampai di Posko BPBD. Masyarakat melakukan kontak memanggil, karena ada jasad yang terlihat mengapung di titik lokasi yang tidak jauh dari posisi perahu terbalik.
“Kami kembali dan jasad korban telah dievakuasi oleh warga dan keluarga ke bibir danau,” ucap Iwan Ilham lagi. Selanjutnya berselang waktu (lama) sekitar pukul 00.50 Wib muncul (mengapung-red) satu jasad lainya.
Dan kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru Takengon hingga diserahkan kepada keluarga.
Iwan Ilham menyebutkan, jasad dua korban yang naas itu tenggelam menurut pengakuan anak-anak pemancing diseputaran lokasi, perahu terbalik karena ada angin timur yang berhembus sangat kencang Jum’at (15 May 2026) sore itu.
“Kedua jasad korban ditemukan 30 meter dari bibir pantai dan 15 meter arah Barat (Bintang). Dan keduanya sebenarnya mengapung bersamaan disaat magrib itu, sekira pukul 18.15 Wib,” ujar Iwan Ilham lagi.
Tidak hanya kejauhan, Iwan juga merinci kedalaman air danau lokasi dua jasad mengapung.
“Kedalaman air danau 15 sampai 20 meter dilokasi tenggelamnya dua korban,” tutup Iwan Ilham yang berada dilokasi saat evakuasi dua korban.
Penulis, JURNALISA