TAKENGON, KABARGAYO | Seiring maraknya perilaku pelajar yang meninggalkan sekolah di jam belajar, Wakil Ketua I DPRK Aceh Tengah Hamdan mendorong agar pihak sekolah menerapkan sanksi edukatif bagi para siswa yang membolos.
“Hal ini perlu dilakukan untuk memberikan efek jera dan guna membentuk karakter siswa agar disiplin dan memiliki rasa tanggung jawab,” ujar Hamdan, 2 November 2026.
Ia menilai, seringnya didapati siswa bolos sekolah sebagai indikator perlu adanya penguatan pengawasan internal sekolah.
Karena itu Hamdan mengimbau diperkuatnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan Dinas Pendidikan, dalam upaya membangun budaya disiplin dan tanggung jawab di kalangan pelajar.
“Pendidikan karakter harus ditanamkan sejak dini mulai dari rumah hingga di lingkungan sekolah, tidak boleh hanya guru, tapi semua kita harus turun tangan,” tegasnya.
Hamdan menekankan perilaku membolos, jika tidak segera diatasi, dapat merusak masa depan siswa dan melemahkan mutu pendidikan di Dataran Tinggi Gayo.
“Kami dari DPRK berkomitmen akan mendukung langkah sekolah serta Dinas terkait guna mewujudkan lingkungan pendidikan yang tertib, kondusif, serta berfokus pada pembinaan karakter siswa,” lanjut politisi senior yang telah kenyang asam garam di dunia politik itu.
Hamdan juga mengingatkan kembali peristiwa saat Bupati Aceh Tengah Haili Yoga melakukan penggerebekan di salah satu warung.
“Kejadian itu tidak lagi harus berulang, dengan kondisi pelajar duduk main Batu Dam dan berperilaku tidak sopan. Mudah-mudahan ke depan pelajar Aceh Tengah terus menjadi tertib dengan pengawalan kita bersama sehingga bisa terarah,” tutup Hamdan.
Penulis, JURNALISA