TAKENGON, KABARGAYO | Satgas Pemulihan dan Rehabilitasi Pascabencana (PRR) Aceh menggelar Focus Group Discussion (FGD) di salah satu hotel di Takengon, Jumat (2/10/2026).
Acara tersebut diikuti perwakilan para kepala daerah dari Kabupaten terdampak bencana ditahun 2025.
Kaposwil Satgas PRR Aceh, Safrizal, memandu langsung kegiatan itu. Dalam diskusi yang berjalan, Safrizal juga menampilkan data realisasi Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan Rp.1,652 triliun.
Dari data yang ditampilkan, rata-rata realisasi TKD Tambahan hingga September 2026 di tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Aceh masih rendah. Padahal dana tersebut sudah ditransfer pemerintah pusat sejak Mei 2026.
Keterlambatan realisasi ini, kata Safrizal, diduga lantaran vendor tidak menarik panjar dan termin yang berpengaruh pada serapan keuangan. Sebagian di antaranya juga terjadi keterlambatan di pemerintah daerah.
“Tapi di Oktober bulan depan, saya minta serapannya sudah 50 persen minimal,” katanya.
Persentase realisasi ini, kata Safrizal, berpengaruh pada alokasi anggaran berikutnya. Karenanya, ia meminta kepala daerah untuk mempercepat realisasi tersebut.
Aceh mendapat TKD Tambahan Rp.1,652 triliun. Dana itu dialokasikan untuk membantu pemulihan pasca bencana di Aceh.
Dari total pagu, provinsi mengelola Rp.824,8 miliar. Sisanya ditransfer ke 23 kabupaten/kota.
Penulis, JURNALISA