TAKENGON, KABARGAYO| Penjual Bunga Bonsai dari Purwokerto (Jawa Tengah) berkeliling menjajakan dagangannya diseputaran Kota Takengon. Selain ke perkantoran tiga warga luar itu juga hadir di Lapangan Musara Alun.
Bonsai yang dijual juga tidak terlalu mahal, terjangkau dengan kondisi bunga yang segar terawat.
“Kita selalu kasih air kalau lagi dirumah, mah untuk bonsai bonsai ini,” ucap Oke Prianto dengan logat jawa, 8 Juni 2026.
Berbagai nama bunga yang telah di bonsai mereka jajakan. Ada Bambu Tasbih, Sri Rezeki, Melayi serta Okyanti. Harga juga terjangkau dan tidak terlalu mahal. Untuk Bambu Tasbih dijual seharga Rp.60 ribu.
Eko mengaku tekah satu minggu berada di Kota Dingin Takengon. Kehadiranya diberitahu sahabat menjelang Pacuan Kuda Tradisional yang digelar.
Aku, Eko selama berada di Aceh Tengah telah banyak barang atau bonsai yang laku terjual.
“Alhamdulillah sudah ada bang. Namanya jualan, kadang cocok di konsumen kadang tidak. Namanya cari makan bawa kesana kemari daganganya,” ucap Eko sambil pamitan menuju salah satu perkantoran.
Mengaku menginap dirumah kenalan ditengah Kota, Eko datang berdagang karena di Jawa sangat susah untuk mencari pekerjaan untuk sesuai nasi, katanya.
Penulis, JURNALISA
Wapres Gibran Rakabuming Raka Kunjungi Aceh Tengah, Bupati Haili Yoga Sampaikan Beberapa Hal Terkait Percepatan Penanganan Bencana
Bimtek Keuangan Diminati Peserta, Mirta; Kegiatan Ini Meningkatkan Kompetensi Aparatur Dalam Mengelola Keuangan
Pesan Dandim 0106 Aceh Tengah, Letkol Czi Rudy Haryanto Menyambut HUT Republik Indonesia Ke-81; Modal Kebersamaan Menjadikan Kita Bangsa Yang Kuat dan Maju
Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie Ajak Masyarakat Memaknai HUT Republik Indonesia Ke-81 Dengan Hikmah di Sela-Sela Pembagian Bendera Merah Putih