TAKENGON, KABARGAYO | Suasana kantor bupati Aceh Tengah ramai didatangi masyarakat Kota Takengon.
Pasca musibah longsor menimpa Kabupaten berlenghasil kopi itu yang menimbulkan listrik padam, air mulai susah didapatkan dan kebutuhan pokok mulai habis.
Masyarakat yang selama ini hidup “instan” mulai mencari arus listrik dan kebutuhan telekomunikasi (sinyal) di Gedung pemerintahan daerah itu.
Sejak hari kedua (27 November 2025) pasca longsor masyarakat mulai berdatangan untuk mendapatkan arus listrik untuk kebutuhan mengisi daya hanpon serta Sinyal.
Diskominfo daerah menyediakan perangkat telekomunikasi untuk kebutuhan komunikasi pimpinan ke luar daerah.
“Awalnya kita menyediakan dengan keterbatasan perangkat. Yang kita utamakan komunikasi pimpinan daerah keluar. Karena daerah kita terisolasi akibat longsor,” kata Mustafa Kamal Kadis Kominfo.
Dilanjutkan selanjutnya secara berlahan kita siapkan perangkat untuk kawan-kawan media, agar bisa “melepas” kejadian didaetah ini keluar.
“Kita butuh publikasi, agar pimpinan diluar mengetahui kondisi daerah kita ini. Ada sembilan Kecamatan yang ber-efek akibat longsor. Dan Alhamdulillah respon pusat dan provinsi mulai muncul berlahan,” jelas Mustafa Kamal.
Lain itu, kebutuhan perangkat untuk masyarakat juga sudah mulai kita benahi, agar masyarakat bisa menghubungi keluarga di luar, “Karena kesulitan akses jalan,” jelas Mustafa Kamal sambil mengatakan semua akan stabil pada waktunya.
Penulis, JURNALISA
Wapres Gibran Rakabuming Raka Kunjungi Aceh Tengah, Bupati Haili Yoga Sampaikan Beberapa Hal Terkait Percepatan Penanganan Bencana
Bimtek Keuangan Diminati Peserta, Mirta; Kegiatan Ini Meningkatkan Kompetensi Aparatur Dalam Mengelola Keuangan
Pesan Dandim 0106 Aceh Tengah, Letkol Czi Rudy Haryanto Menyambut HUT Republik Indonesia Ke-81; Modal Kebersamaan Menjadikan Kita Bangsa Yang Kuat dan Maju
Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie Ajak Masyarakat Memaknai HUT Republik Indonesia Ke-81 Dengan Hikmah di Sela-Sela Pembagian Bendera Merah Putih