TAKENGON, KABARGAYO – Sebagai penguasa wilayah, seorang kepala desa atau reje saat ini terus berupaya, agar lahan hijau diseputaran desa tidak menjadi incaran sekelompok orang.
Wahyu Putra, melalui mulut ke mulut terus mengkompanyekan perlunya hutan buru, yang saat ini berada diwilayahnya. Sebagai hutan konservasi, dirinya bertekad bertahan melestarikan kawasan lindung yang berstatus paling “tinggi” diwilayahnya.
“Saya terus mengajak masyarakat untuk bersatu menolak rencana penebangan hutan dikawasan konservasi ini,” kata Wahyu dengan nada pasti, sambil mengatakan akan melarang penebangan.
Menurut Wahyu sebelumnya pihak yang berkeinginan menebang masuk melalui desanya. Namun kini mereka melalukan survei melalui Uning Isaq.
“Awalnya terang-terangan masuk. Namun belakangan sudah melalui Umang Isaq mereka melakukan survei. Tapi saat ini kabarnya sudah keluar,” ungkap Wahyu.
Wahyu juga menyampaikan sebelumnya menjadi reje, sesepuhnya terdahulu sudah membuat surat, pelarangan menebang hutam dikawasan yang dilindungi.
Namun, anehnya menurut Wahyu sekarang sudah ada warga yang nekat menanam kopi dikawasan tersebut. Bahkan sudah panen, sebut Wahyu menyesalkan. Jurnalisa
Wapres Gibran Rakabuming Raka Kunjungi Aceh Tengah, Bupati Haili Yoga Sampaikan Beberapa Hal Terkait Percepatan Penanganan Bencana
Bimtek Keuangan Diminati Peserta, Mirta; Kegiatan Ini Meningkatkan Kompetensi Aparatur Dalam Mengelola Keuangan
Pesan Dandim 0106 Aceh Tengah, Letkol Czi Rudy Haryanto Menyambut HUT Republik Indonesia Ke-81; Modal Kebersamaan Menjadikan Kita Bangsa Yang Kuat dan Maju
Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie Ajak Masyarakat Memaknai HUT Republik Indonesia Ke-81 Dengan Hikmah di Sela-Sela Pembagian Bendera Merah Putih