TAKENGON, KABARGAYO – Ada pepatah mengatakan kejarlah ilmu sampai ke negeri China. Dan tidak ada kata terlambat untuk belajar walau usia lanjut. Mungkin itu motivasi Anan dan Awan (Nenek dan Kakek-red) di Gayo menuntut Ilmu.
Seperti yang lalui oleh 55 wanita dan pria yang berdomisili di Aceh Tengah, tepatnya di Kecamatan Silih Nara, Desa Burni Bies.
Ke 55 Anan dan Awan ini mengikuti program sekolah lansia “Telangke Nate”. Sekolah ini langsung dibawah binaan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Aceh Tengah bekerja sama dengan BKKBN Provinsi Aceh.

Dari raut wajah, semua mereka kelihatan gembira dan bahagia. Bagaimana tidak predikat yang mereka peroleh diumur yang sudah “gaek” itu setara dengan Strata Satu (SI).
Setelah wisuda mereka menerima sertifikat kelulusan berdasarkan keputusan Kepala BKKBN Aceh. Sungguh, menuntut ilmu tidak ada batas usia, selagi ada kemauan dan haus, ilmu yang terus mengalir hingga akhir jaman.
Untuk menghargai jerih payah para orang tua kita itu. Penjabat Bupati Subhandhy, AP langsung menghadiri dan memberikan semangat lebih.
Subhandhy mendapatkan tugas penggeseran kucir topi toga didampinggi Kadis PPPA Alam Syuhada seterusnya menyerahkan sertifikat kelulusan.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh Safrina Salim, mengatakan sekolah lansia adalah, pendidikan non formal yang dilakukan sepanjang hayat bagi lanjut usia sebagai upaya pemberian informasi, pelatihan tentang kesehatan, keagamaan, sosial, budaya sehingga lansia dapat hidup bahagia sejahtera.
Penjabat bupati Subhandhy mengatakan. “Teruslah belajar dan berbagi ilmu. Jadilah inspirasi bagi generasi muda”, tutupnya dengan semangat. Jurnalisa
Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon, Prof Dr. Ridwan Nurdin, Melantik Pengurus Alumni Priode 2025-2028
Pembinaan ASN Kampus IAIN Takengon, Rektor Prof Ridwan Nurdin; Kita Akan Terus Bergerak Membangun Atmosfir Akademik Yang Produktif dan Kolaboratif