TAKENGON, KABARGAYO – Hampir genap lima tahun Hidayat memimpin Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tawar Takengon. Sebagai manusia normal tentu ada keterbatasan. Dalam menjalankan roda PDAM baik terkait ketersediaan air, penyuplaian yang terbatas.
Semua tidak dikehendaki namun terjadi. Sebagai manusia Hidayat memohon maaf, jika ada ketersinggungan sebagai pelayan dalam memenuhi kebutuhan air.
Dari keterbatasan, ada juga yang sudah dibenahi dibagian manajemen PDAM seperti menempatkan tenaga-tenaga potensial dalam menjaga agar PDAM tetap segar. Hal-hal kecil terus dilakukan, agar perusahaan PDAM dapat berkembang, walau membutuhkan waktu.
Dari sisi lain sebagai pimpinan organisasi PDAM Hidayat terus melalukan lobi dan kerjasama dengan berbagai pihak untuk kemajuan PDAM. Dalam waktu dekat Hidayat menyampaikan, pihaknya sudah bekerja sama dengan lembaga Balai Pengairan Aceh terkait optimalisasi intek Pestak dan Instalasi pengolahan air Lelabu.
Pemasangan jaringan transmisi dari Intek ke IPA sepanjang 250 meter. Seterusnya dari Lelabu ke Simpang Empat 2,5 kilometer. Untuk ini progres telah selesai dibuat oleh Balai pengairan Aceh.
Menurut Hidayat, kegiatan tadi seyogyanya dilakukan ditahun 2024 ini oleh Balai pengairan Aceh dengan mengunakan dana APBN.

“Namun karena kondisi keuangan negara, akan dilanjutkan ditahun 2025 nanti,” kata Hidayat meyahuti dirinya pensiun.
Lain itu sebut Hidayat yang tengah dibenahi agar suplai air lancar, juga sudah disetujui oleh pihak Eksekutif dan Legeslatif WTP Origon dipindahkan ke Tansaril.
Kerja lain Hidayat sudah melakukan Respam, DED, Studi Kelayakan Bisnis, Surat Ijin Pengambilan Air (SIPA), pendataan Aset PDAM, Peta Penjaringan serta managemen resiko PDAM, SOP. Dimana dimanagemen terdahulu semua ini tidak terjadi.
“Selama hampir lima.tahun saya benahi perlahan. Dan alhamdulillah tercapai,” kata Hidayat didampinggi beberapa staf, 14 Oktober 2024.
Bukan hanya itu, Hidayat bersama staf juga melakukan
Balai Aceh terkait pemindahan pipa transmisi dua pipa di Dermaga, selanjutnya aplikasi rekening Ir berbasis online.
Tidak hanya itu, perubahan status hukum PDAM menjadi Prumda air minum, juga dilakukan Hidayat. Dimana hanya menunggu pengesahan saja (Qanun-red).
Dimana semua data diatas belum pernah dilakukan oleh Direktur terdahulu. “Itu semua atas kerja keras staf PDAM dimasa saya sebagai Direktur. Itu yang mampu saya tinggalkan dan tinggal dijalankan, siapapun nanti akan menjabat sebagai direktur,” ungkap Hidayat.

Hidayat juga telah bekerja keras mengurangi utang piutang perusahaan selama menjabat, dari miliaran hingga tinggal ratusan juta rupiah. Dan hal ini mendapat komentar bagus dari anggota DPRK setempat, dari anggota Praksi Golkar, Hasbollah.
“Saya tipe orang pekerja, setiap keluhan warga saya sahuti semampu dan sebisa kami sebagai manusia normal, lebih dari itu kami bukan yang luar biasa,” kata Hidayat.
Lain itu, audit lembaga Independen di PDAM Tirta Tawar juga mendapatkan nilai yang bagus, dibanding perusahaan air lainya di Aceh. Juga mendapat apresiasi dari BPKP Aceh setiap tahunnya. Karena mempunyai kinerja yang baik.
Penyampaian ini semua diutarakan Hidayat karena ingin menyelesaikan semua masalah. Membangun PDAM yang seperti diharapkan masyarakat banyak harus didukung dengan keuangan yang layak pula.
“Semua tidak segampang membalikan telapak tangan untuk membuat semua orang atau pelanggan senang. Semua membutuhkan ke iklasan dan dana yang besar agar PDAM kita mengalir seperti yang diharapkan,” tutup Hidayat didampinggi oleh kepala Satuan pengaws intern, Arman, Kabag Teknik dan perencanaan Hendri Yusra, ST serta Ichra Vinna Kabag keuangan.
Hidayat juga menyampaikan maaf jika dalam memimpin PDAM Tirta Tawar ada yang merasa dirugikan. “Sebagai manusia biasa saya juga punya khilaf dan keterbatasan,” ungkap Hidayat dengan mengangkat kedua tangannya. Jurnalisa
Wapres Gibran Rakabuming Raka Kunjungi Aceh Tengah, Bupati Haili Yoga Sampaikan Beberapa Hal Terkait Percepatan Penanganan Bencana
Bimtek Keuangan Diminati Peserta, Mirta; Kegiatan Ini Meningkatkan Kompetensi Aparatur Dalam Mengelola Keuangan
Pesan Dandim 0106 Aceh Tengah, Letkol Czi Rudy Haryanto Menyambut HUT Republik Indonesia Ke-81; Modal Kebersamaan Menjadikan Kita Bangsa Yang Kuat dan Maju
Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie Ajak Masyarakat Memaknai HUT Republik Indonesia Ke-81 Dengan Hikmah di Sela-Sela Pembagian Bendera Merah Putih