160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Oknum Wartawan “Tanyak-Tanyak” Marak Di Aceh Tengah dan Resahkan Masyarakat, Pengusaha serta Bakal Calon Bupati

TAKENGON, KABARGAYO – Wartawan tanyak-tanyak ramai berkeliaran di Aceh Tengah. Kegiatan oknum wartawan ini hanya sebatas menanyakan dan tanpa ada publikasi berita

Kegiatan wartawan seperti ini banyak “menyusahkan” lingkungan dinas, Kepala desa serta para pengusaha serta para bakal Calon Bupati.

Seperti yang disampaikan salah seorang pengusaha lokal. Wartawan tanyak-tanyak ini, datang lengkap dengan atribut nama media serta embel-embel lainya juga kartu pers yang tergantung dileher.

Namun sayangnya Kegiatan oknum wartawan itu hanya sekedar menakutkan nakuti Nara sumber dan masyarakat lainya.

“Datang bak wartawan profesional, nanyak-nanyak pulang tanpa ada berita. Saya menunggu berita yang ditanyakan itu, eh malah tak ada,” kata sumber yang namanya enggan disebut, 29 Agustus 2024.

Menurut pengusaha ini lembaga pers lokal harus jeli terhadap wartawan yang tidak kompeten dibidangnya, paling tidak ada pembinaan atau menyatukan langkah, agar satu irama.

“Harus ada pembinaan dari lembaga pers lokal terhadap wartawan tanyak-tanyak tanpa berita ini. Harus disatukan pers di daerah ini agar jangan menimbulkan polemik menjelang pilkada ini,” katanya khawatir.

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Aceh Tengah, Jurnalisa mengharapkan kepada Nara sumber atau para bakal calon bupati, tidak melayani oknum wartawan yang datang hanya tanyak-tanyak tanpa ada karya jurnalistik.

“Harapan kami para kandidat bakal calon bupati, kepala desa serta pengusaha tidak melayani oknum wartawan yang berkerja tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik. Wartawan aktif ada karya tulisnya, dan bekerja profesional sesuai tuntutan media masing-masing,” ungkap Pemred Kabargayo.co.id. (Jurnalisa)

iklan