160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Malam Sebelum di “Pecat”, Mirzuan Sempat Makan Durian Bersama Tim Kemendagri di Pendopo

TAKENGON, KABARGAYO – Sabtu Pagi 10 Agustus 2024 Penjabat Bupati Mirzuan masih sempat menghadiri perayaan Karnaval dalam rangka menyambut Hari Ke 79 Kemerdekaan Republik Indonesia, di kantor bupati setempat.

Bahkan malamnya Mirzuan masih menikmati durian yang dibeli dari Pamar, Kecamatan Rusip Antara di Pendopo bupati setempat. Mirzuan malam itu sangat menikmati durian Pamar bersama rombongan tim dari Kemendagri yang menanggani masalah Pekan Olahraga Nasional (PON).

Bahkan seorang dari Tim Kemendagri sempat menanyakan, “Bapak Bupati sudah berapa tahun menjabat,” tanya tamu Kementerian Dalam Negeri.

Lalu Mirzuan menjawab, ” Sudah Satu tahun tujuh bulan,” jawab Mirzuan datar malam itu. Sebenarnya menurut staf bagian humas, Mirzuan tidak tahu bahwa dirinya akan di “pecat” pihak Kemendagri karena belum menerima surat undangan pelantikan Pj bupati di Banda Aceh.

Di acara Pawai Karnaval Mirzuan masih seperti biasa, karena belum menerima surat. Menurut Rahmad kabag Protokuler Mirzuan menerima surat undangan langsung saat Pawai Karnafal.

“Surat undangan langsung diterima Pak Mirzuan saat itu, langsung ke beliu” kata Rahmad kabag Protokuler.

Catatan wartawan Mirzuan selama memimpin Aceh Tengah memang tidak mempunyai “gerak” yang signifikan dalam membangun kebersamaan dalam membangun Aceh Tengah.

Namun yang ada Mirzuan membangun “kerajaan” kecil yang hanya menguntungkan dirinya sebagai Penjabat Bupati dan kelompoknya.

Satu hal lainya, Mirzuan tidak menyatukan banyak “faksi” diantara ASN yang selama ini berkelompok-kelompok. Dan penanganan Stunting serta pengendalian Inflasi sangat lemah, bahkan tidak tersentuh.

N

Mirzuan lebih banyak menghabiskan waktu dengan kegiatan seremoni serta menghadiri undangan keluar daerah yang sekedar menghabiskan SPPD.

Mirzuan sebenarnya gagal memimpin Aceh Tengah, selama dirinya memimpin dan tidak satupun masalah Aceh Tengah yang dapat ditangani dengan baik.

Wajar saja dirinya (Mirzuan) “dipecat” Mendagri ditengah jalan, setelah evaluasi ke dua, ditahun ke dua. Karena dinilai tidak cakap sebagai pemimpin. Jurnalisa

 

iklan