TAKENGON, KABARGAYO – Dipercantik, dipoles dengan tenaga ahli berdasarkan kebutuhan dan peruntukan. Lapangan Pacu Kuda yang terletak di Desa Belang Bebangka, Kecamatan Pegasing kini bak seorang gadis cantik yang hampir selesai di dandani.
Bagaimana tidak, awalnya lapangan pacuan kuda ini hanya bisa menampung ratusan penonton yang duduk di tribun. Dan tak lama lagi akan berubah megah.
Dalam beberapa bulan kedepan, Insya Allah Lapangan Pacuan Kuda kebanggaan masyarakat Gayo ini akan berubah total, demikian sebut Suprianto dengan total angaran Rp.120 Miliaran. Ini dilakukan untuk Even Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke XII Aceh – Sumut.
Ditunjuknya Kabupaten berhawa sejuk ini sebagai tempat melaksanakan olahraga berkuda, juga bukan tanpa alasan.
Takengon yang sudah lama menjadikan olahraga berkuda sebagai satu evan daerah, pacuan kuda dilaksanakan dua kali dalam setahun. Tentu pacuan kuda tradisional nantinya sangat berbeda dengan even pacuan kuda PON.
Adalah PT. Waskita Karya (Persero) Tbk yang ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai pemenang tender untuk kegiatan membangun landasan pacuan kuda dan sara pendukung lainya.
Disampaikan Suprianto sebagai Project Waskita Karya didampinggi Agus Setiawan sebagai SCAM lapangan menuturkan kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan dan sesuai perencanaan.
Pembangunan sarana Tribun sepanjang 100 meter, ada kandang Kuda, pemandian Kuda, serta yang tak kalah penting pengerjaan lintasan pacu sepanjang 1.400 meter. Dan kegiatan ini sudah mencapai progres 80 persen.
“Hampir rampung dan kami sangat berkesan bisa mengerjakan kegiatan ini,” kata Suprianto, 16 Juli 2024.
Pengerjaan dikebut dengan melibatkan tenaga-tenaga kerja lokal yang profesional sesuai dengan bidang masing-masing.
“Insya Allah sesuai dengan target pengerjaanya, kendala pasti ada namun kita optimis, ” lanjut Suprianto.
Menurut Suprianto, pihaknya tidak main-main dengan kepercayaan yang diberikan Kementerian PUPR dalam hal membangun sarana untuk even PON ditahun 2024 ini. Kontrak selesai masih di Bulan Oktober 2024. Namun pihak Waskita Karya berupaya akhir Juli 2024 sara untuk Kuda (semua) selesai.
Lebih jauj Suprianto menyampaikan, untuk progres pembangunan Kandang Kuda mencapai 92 persen, Lintasan Pacu 90 persen, Klinik 96 persen, Paddock 100 persen, Gudang Makanan Kuda 99 persen, dan Tribun 70 persen.
“Kalau dihitung secara keseluruhan, progress pembangunannya sudah mencapai 80 persen. Tribun dengan kapasitas 6.500 orang, walaupun progresnya masih 70 persen, kami yakin bisa selesai tepat waktu,“ sambungnya.
Untuk keselamatan para joki, sebut Suprianto, pihaknya sesuai “permintaan” Rencana Bangun juga telah menyelesaikan jalur Ambulance, “Tentu dengan pengaspalan jalur dan pengerjaan telah mencapai 81,83 persen.
Selanjutnya menurut pihak Waskita Karya pihaknya juga selama melaksanakan pekerjaan mematuhi aturan lokal, dengan memberikan kesempatan bagi kawan-kawan yang bergerak dijasa kontruksi.
“Ini kegiatan bersama yang harus kita sukseskan bersama. Ini milik masyarakat Aceh Tengah, kedepan menjadi aicon daerah,” ucap Suprianto.
Begitu juga terkait material, semua dari wilayah Aceh Tengah yang sudah teruji kwalitasnya. “Kita kerja profesional dan tidak ingin hasil dibawah kualitas,” tutup Suprianto sambil mengajak menelusuri pekerjaan lain, di sebelah Barat Bebangka. Jurnalisa
Wapres Gibran Rakabuming Raka Kunjungi Aceh Tengah, Bupati Haili Yoga Sampaikan Beberapa Hal Terkait Percepatan Penanganan Bencana
Bimtek Keuangan Diminati Peserta, Mirta; Kegiatan Ini Meningkatkan Kompetensi Aparatur Dalam Mengelola Keuangan
Pesan Dandim 0106 Aceh Tengah, Letkol Czi Rudy Haryanto Menyambut HUT Republik Indonesia Ke-81; Modal Kebersamaan Menjadikan Kita Bangsa Yang Kuat dan Maju
Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie Ajak Masyarakat Memaknai HUT Republik Indonesia Ke-81 Dengan Hikmah di Sela-Sela Pembagian Bendera Merah Putih