160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Mirzuan Gagal Sebagai Penjabat Bupati, Hanya Keluar Kota

KABARGAYO, TAKENGON – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juni 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Aceh sebesar 3,09 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,87.

Sementara  Inflasi tertinggi terjadi di Kab. Aceh Tengah sebesar 4,78 persen dengan IHK sebesar 109,18 dan terendah terjadi di Kota Banda Aceh sebesar 2,07 persen dengan IHK sebesar 105,63.

Masyarakat Takengon, sangat heran dengan kejadian 4,78 persen inflasi tertinggi. “Kami heran kok bisa setinggi itu ya. Padahal dalam satu minggu hampir dua kali Mirzuan rapat terkait hal itu,” kata Mawardi warga Kota Takengon sambil mengatakan Mirzuan lalai dan hanya keluar Kota.

Dalam catatan wartawan Kabargayo.co.id Mirzuan bahkan pernah belajar “menghalau” inflasi ke Medan dengan memboyong beberapa kepala dinas. Namun sayang hasilnya hanya membuang-buang SPPD belaka.

Mirzuan memang dinilai tidak cakap dalam hampir semua hal. Kegiatan yang dilakukannya hanya sebatas keluar Kota, dimana dalam satu bulan hampir tercatat 3 kali keluar kota dengan menggunakan uang rakyat.

“Urusan keluar daerah bapak Pj Bupati itu nomor satu. Dalam satu bulan data tertulis ada yang empat kali dalam satu bulan keluar kota,” kata Amri yang selalu memantau pergerakan Mirzuan.

Amri mengharapkan Mirzuan tau diri, sebagai Penjabat Bupati harusnya cakap dalam memutuskan berbagai masalah yang muncul didaerah ini.

Seperti bobolnya Bank Gayo (BPRS), PORA yang masih mengantung tidak jelas dananya, masalah Devisit yang tidak karuan. “Dan selama ini Mirzuan hanya mementingkan kepentingan kelompok dan jabatan Bupatinya,” ungkap Amri lagi, 2 Juli 2024.

Mirzuan dan Sekda Subhandhy harus bertanggungjawab terkait uang masyarakat yang ada di Bank BPRS.

“Mereka berdua harus bertangungjawab dengan bobolnya Bank kebanggaan masyarakat Gayo itu. Artinya selama ini tidak ada kontrol hingga bisa begitu,” lanjut Amri. Jurnalisa

iklan