TAKENGON, KABARGAYO – Demo Mirzuan di depan Kantor Dalam Negeri di Jakarta oleh kelompok Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Gayo Jakarta menilai Penjabat Mirzuan tidak profesional dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Aceh Tengah.
Penjabat Mirzuan dinilai tidak jelas langkah dalam membangun Kabupaten tertua di wilayah tengah itu. Banyak jalan berlubang telah bertahun-tahun tidak ditambal, lain itu masalah sampah yang kian menumpuk di lokasi TPA tanpa solusi, lain itu terkait dengan permasalahan air bersih yang kian berlarut-larut tanpa ada penyelesaian jelas.
Penegakan syariat Islam sangat lemah, dimana Aceh Tengah sebagai daerah kunjungan Wisata, serta tidak ada tindakan tuntas terhadap Jangkul Padang (Penangkap ikan-red) yang kini merajalela di tengah Danau Lut Tawar Takengon.
Mahasiswa menilai Mirzuan telah gagal total dalam memimpin daerah penghasil kopi itu, dalam rentang waktu satu tahun lebih.
Infrastruktur jalan tengah kota yang kian menjadi sorotan warga juga, dianggap sepele oleh Penjabat Bupati Mirzuan.MT selama menjabat.

Adre koordinator aksi didepan Kementerian Dalam Negeri, meminta Tito Karnavian segera mengambil langkah konkrit terkait kepemimpinan Mirzuan, agar ditinjau ulang.
“Tidak ada yang berhasil dan dihasilkan selama satu tahun ini memimpin. Yang ada kekecewaan masyarakat terhadap cara Mirzuan memimpin,” kata Andre.
Salah seorang warga Aceh Tengah yang namanya enggan ditulis mengatakan, sebenarnya Mirzuan telah berada diujung tanduk. Tinggal bagaimana keberanian Mendagri untuk mencopot, mantan Kadis Perkim Aceh itu.
“Kita berharap Mendagri berani mencopot Mirzuan yang sudah gagal di Aceh Tengah. Mantan kadis perkim itu tidak membawa aura bagus dalam memimpin masyarakat Gayo,” sebutnya 2 Mai 2024 dan namanya enggan ditulis.
Selain demo di beberapa titik juga beredar spanduk kekecewaan masyarakat terhadap kepemimpinan Mirzuan saat ini.
Menurut anggota Satpol PP yang namanya enggan ditulis ada tujuh titik pemasangan spanduk kecaman terhadap Penjabat Bupati Mirzuan di selutaran Kota.
“Soanduk itu karena tanpa ijin sudah kami amankan di kantor,” jelas anggota satpol PP yang namanya enggan ditulis.
Memang sejauh ini belum diketahui siapa yang memasang spanduk tadi. Namun dari bahasa spanduk, ada benarnya. Karena selama hampir dua tahun Mirzuan di Kabupaten Aceh Tengah, belum mampu berbuat banyak untuk kemajuan daerah. Bahkan di beberapa titik jalan berlubang masih tetap saja ada.
Spanduk bertuliskan kecaman terhadap sosok Mirzuan itu, di perkirakan dipasang, Rabu malam (1 Mai 2024). Masyarakat sempat mengabadikan foto sejumlah spanduk itu dipagi hari (Kamis, 2 Mai 2024), hingga beredar luas.
Seperti terlihat dipagar pintu masuk Gedung Olah Seni (GOS) tepatnya didepan kantor DPRK, Aceh Tengah, spanduk itu bertuliskan “Mendagri Segera Copot Ir.T. Mirzuan.MT. Aceh Tengah Kacau Balau,” begitu tulisan di spanduk.
Sementara itu, dilokasi lain terdapat sejumlah spanduk yang dipasang, diantaranya bertuliskan, “Selamat Datang di Kabupaten Aceh Tengah yang Dipimpin PJ Bupati yang Gagal”.
Kemudian dispanduk lain, “Urus Sampah dan PDAM Aja Gak Mampu, T Mirzuan Harus Mundur…!!”. Lalu ” PJ Bupati Mirzuan Mengkondisikan Pemenang Tender di Aceh Tengah,” tulis dalam spanduk tersebut.
Penjabat Bupati Mirzuan dihubungi wartawan tidak menjawab telpon untuk di konfirmasi malalui Whatsapp. Jurnalisa
Wapres Gibran Rakabuming Raka Kunjungi Aceh Tengah, Bupati Haili Yoga Sampaikan Beberapa Hal Terkait Percepatan Penanganan Bencana
Bimtek Keuangan Diminati Peserta, Mirta; Kegiatan Ini Meningkatkan Kompetensi Aparatur Dalam Mengelola Keuangan
Pesan Dandim 0106 Aceh Tengah, Letkol Czi Rudy Haryanto Menyambut HUT Republik Indonesia Ke-81; Modal Kebersamaan Menjadikan Kita Bangsa Yang Kuat dan Maju
Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie Ajak Masyarakat Memaknai HUT Republik Indonesia Ke-81 Dengan Hikmah di Sela-Sela Pembagian Bendera Merah Putih