TAKENGON, KABARGAYO: Partai Golongan Karya biasa disebut Golkar memang pemenang kontestasi Pileg 2024 lalu di Kabupaten Aceh Tengah. Dengan memperoleh 5 kursi DPRK dan diungulkan sebagai Ketua DPRK Kabupaten Aceh Tengah. Dan secara internal masih berkoordinasi terkait posisi ketua.
Berbicara Pilkada 2024 Golkar sebenarnya wajib atau bisa mengusung kader sebagai bakal calon bupati. Namun beribu kali sayang sosok yang mumpuni tidak dimiliki oleh partai sekelas Golkar.
Kalaupun ada sosok sudah “kadaluarsa” dan tidak lagi disenanggi dan disayanggi oleh masyarakat karena kepopuleranya sudah tidak lagi subur seperti sedia kala.
Wajar namanya tidak lagi populer di mata masyarakat, hal ini teruji dengan jumlah suaranya (Mucksin Hasan-red) dibawah 5 ribuan saat menuju kursi DPR Aceh, namanyapun redup.
Sebenarnya masyarakat sudah cerdas memilih wakilnya ke parlemen, tidak lagi melihat sosok populer namun kedekatan riil ditengah masyarakat. Bukan dibuat-buat.
Muckhsin Hasan memang pernah mendeklarasika diri sebagai sosok pilihan DPP sebagai bakal calon bupati diwarung pojok, namun sayangnya DPP jeli dan membuat beberapa “surat wasiat” kepada bakal calon bupati Aceh Tengah dari Partai Golkar, termasuk Wakil Ketua DPRK Ansari, SE dan Imaduddin pengusaha minyak.
Ketiganya diawal saling klaim mempunyai dukungan dari DPP. Seperti Ansari, SE. Dirinya mengatakan bahwa DPP sangat hati-hati menunjuk bakal calon bupati Aceh Tengah 2024 ini.
“Karena ini menyangkut marwah Partai dan harus menang,” ujar Ansari yang mempunyai khans positif dimata DPP. Apalagi saat ini Ansari tengah, getol-getolnya turun kelapangan melakukan sosialisasi diri. Dan terbukti dari beberapa baliho berukuran besar di beberapa tempat.
Tentu itu saja tidak menjadi ukuran bersosialisasi, Partai sekelas Golkar biasanya setiap berhelatan pilkada selalu melakukan penjaringan bakal calon yang dilakukan diam-diam oleh tim internal DPP.
Dan seleksi penjaringan bakal calon bupati 2024 untuk Aceh Tengah, tidak tertutup kemungkinan untuk calon dari luar partai seperti; Shabela Abubakar, Alamsyah, Usman Nuzuli serta calon lainya.
Semoga saja Golkar tidak terjatuh jauh kedalam jurang yang dalam dalam seleksi penjaringan bakal calon bupati 2024. Jurnalisa
Ketua DPRK Fitriana Mugie Apresiasi Keputusan Gubernur Aceh Muzakir Manaf Menarik Pergub Nomor 2 Terkait JKA
Terkait Musda DPD II Golkar Se-Aceh, Salim Fahkri: Tidak Lama Lagi, Kita Tunggu Pelantikan DPD I Aceh Baru DPD II