160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Putra Gayo Hendriyanto Bujangga Raih Gelar Doktor

KABAR GAYO-TAKENGON : Hendriyanto Bujangga, merupakan putra asli Gayo berhasil meraih gelar doktor di UIN Ar-Raniry Banda Aceh Senin, (4/3/2024)

Disertasi yang dipertahankannya mengkaji secara mendalam tradisi lisan kekeberen yang mulai luntur di masyarakat Gayo.

Hendriyanto Bujangga dilahirkan dari pasangan Baharuddin Tengoh dan Sukrawati M. Saleh, Bujangga merupakan anak tertua dari tiga bersaudara.

Dalam paparannya, Bujangga menjelaskan pentingnya mempertahankan tradisi lisan sebagai media pengembangan diri, pendidikan, dan penyampaian informasi secara turun temurun.

“Penelitian yang terinspirasi dari suatu keresahan akan luntur dan hilangnya suatu tradisi secara perlahan, terutama pada tradisi lisan yang sejak dulu kala sudah dimiliki oleh leluhur Urang Gayo,” kata Hendriyanto.

Ia mengungkapkan keresahan akan hilangnya tradisi tersebut, yang mendorongnya untuk melakukan penelitian mendalam.

Penelitian tersebut mengupas nilai-nilai dalam tradisi kekeberen dan strategi pewarisannya.

Salah satu temuan menarik adalah penekanan pada pendidikan nilai-nilai alamiah dan berkelanjutan.

Hendritabto Suami dari Silvi Saradika tersebut merupakan alumni dari Sekolah Dasar (SD) Negeri Angkup, sempat merasakan jadi santri di Bustanul Ulum Langsa dan menyelesaikan Pendidikan SLTP di SMP Negeri 1 Takengon.

Selanjutnya beliau juga pernah bersekolah di SMA N 1 Takengon hingga menyelesaikan Pendidikan SMAnya di SMU Negeri 8 Banda Aceh, menyelesaikan Pendidikan jenjang sarjana di jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Gajah Putih Takengon yang kini Bernama IAIN Takengon selesai pada tahun 2008

Kemudian ia melanjutkan pendidikan S2 di Pascasarjana Universitas Syiah Kuala dan selesai pada tahun 2013 mendapat gelar Magister Pendidikan (M. Pd), pada Tahun 2015 ayah dari tiga anak tersebut diangkat menjadi Dosen pada program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini pada Fakultas Tarbiyah IAIN Takengon hingga saat ini.

Selain aktif sebagai tenaga pendidik, ia juga aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan juga aktif menulis di berbagai jurnal baik nasional maupun internasional sebut saja tulisan terbaru tahun 2024 yang terindex scopus yaitu Kekeberen oral custom as a media in incorporating educational values, Malque Publising, Multidisciplinary Reviews Journal

Pada proses penelitiannya, Bujangga dibimbing oleh dua guru besar, Prof. Dr. Warul Walidin AK, MA dan Prof. Dr. Luthfi Auni, MA, serta didukung oleh berbagai tokoh akademis dan pemerintahan, termasuk Prof. Dr. Ir. Sofyan M. Saleh, M.Sc. Eng, IPU, ASEAN Eng., yang merupakan paman Bujangga. Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL, dan Prof. Dr. Darmawan, SH, M.Hum, juga turut berkontribusi dalam pencapaian Bujangga.

Dengan kesungguhan dan dedikasi, Bujangga berhasil membuktikan pentingnya menjaga dan mempelajari tradisi lisan sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas dan warisan budaya suatu masyarakat.

“Alhamdulillah, terimakasih kepada kedua orang tua dan keluarga, semoga ilmu yang saya peroleh bermanfaat untuk masyarakat,” tutupnya. Jurnalisa

iklan