TAKENGON, KABARGAYO – Dengan alasan Misdata, Ketua Yayasan Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon, menarik kembali keputusan yang sudah dirumuskan atas penonaktifan 31 dosen di Lembaga pendidikan daerah penghasil kopi Arabika itu.
Dari hasil konfirmasi awal, Mustafa Ali sebagai Ketua Yayasan UGP memang tidak menguasai masalah dikampus itu. Hal itu terbukti dengan tidak mempunyai data akurat terkait aturan jika ada penonaktifan para dosen.
Tim penyegaran sendiri dibentuk menurut dugaan hanya menguras dana kampus yang tengah vailid.
Mustafa Ali akhirnya dengan desakan dosen dan peran media mencabut keputusan Tim penyegaran kampus.
“Kami siap mencabut keputusan itu karna ada Misdata,” kata Mustafa Ali kepada wartawan, 11 Oktober 2023.
Syahidin masih bertanya apakah ada kriteria penonaktifan kami (dosen), apakah ada peraturan rektor lalu dibentuk tim. “Jangan karena atas dasar suka dan tidak suka, senang tidak senang semua kami di pecat,” ujar Syahidin.
Kedepan, harusnya pihak yayasan jika harus mengambil keputusan rembukan dengan para dosen terlebih dahulu. “Cara yang bijaksana begitu harusnya,” kata Syahidin, sambil mengatakan agar ada keputusan yang manusiawi. Jurnalisa
Wapres Gibran Rakabuming Raka Kunjungi Aceh Tengah, Bupati Haili Yoga Sampaikan Beberapa Hal Terkait Percepatan Penanganan Bencana
Bimtek Keuangan Diminati Peserta, Mirta; Kegiatan Ini Meningkatkan Kompetensi Aparatur Dalam Mengelola Keuangan
Pesan Dandim 0106 Aceh Tengah, Letkol Czi Rudy Haryanto Menyambut HUT Republik Indonesia Ke-81; Modal Kebersamaan Menjadikan Kita Bangsa Yang Kuat dan Maju
Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie Ajak Masyarakat Memaknai HUT Republik Indonesia Ke-81 Dengan Hikmah di Sela-Sela Pembagian Bendera Merah Putih