160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

UGP “Membara” 31 Dosen Diduga di Non Aktifkan Dengan Dalih Anggaran, Dosen: Tunjukan Satu Saja, Prestasi Rektor

TAKENGON, KABARGAYO – Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon kembali “membara” bukan tanpa pasal. Kali ini pihak rektorat menonaktifkan 31 tenaga pendidik. Tentu mendapatkan perlawanan dari tenaga pendidik yang sudah belasan bahkan puluhan tahun mengabdi.

Alasan pihak kampus “memberhentikan” dengan alasan anggaran. Aneh memang, selama ini UPG selalu bergolak dengan berbagai masalah dan tanpa solusi dari pihak Yayasan dan Rektorat.

Keputusan tertuang dalam surat keputusan pembina Yayasan Gajah Putih Takengon dengan nomor 16/PEMB/YGP/AT/KPTS/IX2023 tertanggal 29 September 2023 lalu.

Isi surat keputusan juga tidak berpihak kepada 31 dosen yang dikeluarkan. Selama ini menerima hak dan kewajiban, setelah adanya keputusan itu, semua hilang, dalam artian tidak dapat lagi.

Dan iming-imingnya jika keuangan kampus normal, akan dipanggil lagi. Tentu keputusan sepihak itu menjadi suasana kampus tidak normal.

Syahidin salahnm seorang dosen yang di non aktifkan menyampaikan kekesalanya terhadap putusan pihak kampus yang dinilai mengabaikan hak mereka.

“Keputusan itu telah mengabaikan hak mereka dan melukai hati para dosen. Kami ada yang sudah mengabdi puluhan tahun dikampus ini,” kata Syahidin.

Dan yang paling disayangkan diantara 31 yang di non aktifkan sebagian tengah menempuh jalur beasiswa. Nah jika ada pemutusan hubungan kerja di kampus tentu harus mengembalikan uang negara yang selama ini didapat.

“Keputusan menonaktifkan dosen sungguh bukan keputusan yang tidak populer untuk saat ini,” jelas Syahidin.

Menurut data yang diterima wartawan, nama-nama tim penyehatan anggaran dan Sumberdaya Manusia (SDM) yang di SK kan pada tanggal 18 September 2023 itu terdiri dari Penasehat Rektor UGP Takengon, Elliyin dan Wakil Rektor, Rayuwati.

Surat keputusan tersebut ditanda tangani oleh Ketua pembina Yayasan Universitas Gajah Putih Takengon, Mustafa Ali.

Para dosen mendesak SK itu dicabut. Jika tidak dicabut, mereka meminta semua dosen UGP Takengon di nonaktifkan.

Para dosen meminta, segera dilakukan pemilihan rektor, dimana mereka duga ini semua akibat ulah rektor. Mereka juga menanyakan apa sudah yang “benar” dilakukan rektor selama ini.

“Kami juga berharap dilakukan pemilihan rektor baru untuk menyelamatkan UGP Takengon, kami siap diberhentikan, namun, hak kami hari ini juga dibayarkan,” kata Syahidin.

“Tunjukan satu saja, apa prestasi Rektor UGP Elliyin selama mejadi Rektor UGP Takengon,” demikian Syahidin. Jurnalisa

 

iklan