TAKENGON, KABARGAYO – Elliyin, buang badan terkait penonaktifan 31 tenaga dosen yang sudah puluhan tahun mengabdi di Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon.
Selamat ini juga memang pihak Yayasan yang “berkuasa” dalam hal maju mundurnya UGP, namun peran strategis tetap berada di tangan rektor untuk tujuan pendidikan.
Bukan malah buang badan seolah yang terjadi hanya keputusan Yayasan. Elliyin saat dikonfirmasi Kabargayo.com mengatakan, kalau penonaktifan dosen semua wewenang yayasan.

“Itu wewenang dosen pak, silakan ko formasi ke yayasan,” demikian jawaban Elliyin cukup sederhana memang tapi hanya itulah kemampuannya memberikan statemen.
Dan sebagai pemilik yayasan dan badan penyelenggara, semua ini wewenang penuh yayasan. Hal itu disampaikan Elliyin saat Kabargayo.com membutuhkan “materi” lebih dalam. Dan ternyata jawabannya sangat singkat. Elliyin buang badan, seolah semua menjadi tangungjawab yayasan.
“Ini wewenang penuh yaysan pak, sebagai pemilik dan badan penyelengagara UGP,” kata Elliyin lagi melalui pesan Whatsapp, 11 Oktober 2023.
Salah seorang dosen yang namanya enggan ditulis menyampaikan, kalau selama ini terlihat memang ESDM Rektor sangat rendah untuk pengembangan dan kemajuan kampus.
Banyak contoh, harusnya proses “pendidikan” didahulukan, “Ini malah ambil kredit mobil buat terlihat lebih terhormat dan akhirnya gagal juga,” kata dosen dengan bola mata berbinar. Jurnalisa
Wapres Gibran Rakabuming Raka Kunjungi Aceh Tengah, Bupati Haili Yoga Sampaikan Beberapa Hal Terkait Percepatan Penanganan Bencana
Bimtek Keuangan Diminati Peserta, Mirta; Kegiatan Ini Meningkatkan Kompetensi Aparatur Dalam Mengelola Keuangan
Pesan Dandim 0106 Aceh Tengah, Letkol Czi Rudy Haryanto Menyambut HUT Republik Indonesia Ke-81; Modal Kebersamaan Menjadikan Kita Bangsa Yang Kuat dan Maju
Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie Ajak Masyarakat Memaknai HUT Republik Indonesia Ke-81 Dengan Hikmah di Sela-Sela Pembagian Bendera Merah Putih