TAKENGON, KABARGAYO – Sepertinya memang ada yang jangal dalam keputusan menonaktifkan 31 dosen Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon.
Ketua Yayasan Mustafa Ali saat dikonfirmasi mengatakan keputusan menonaktifkan dosen karena rasio jumlah mahasiswa dan dosen tidak sebanding. Lalu kita tentu bertanya berapa jumlah mahasiswa saat ini. Itu juga tidak dijawab oleh “pemilik” Yayasan Mustafa Ali.
Lalu Mustafa Ali menyampaikan, saat ini anggaran Tengah seret alias minim. Artinya tidak bisa membiayai para dosen. Saat ditanya berapa jumlah dosen dan mahasiswa Mustafa Ali juga tidak mempunyai data akurat.
“Nanti humas kami akan menghubungi kamu,” kata Mustafa Ali diujung telpon. Mustafa Ali juga tidak menguasai anggaran UGP, saat ditanya berapa dana yang harus dikeluarkan pertahun untuk dosen dan Operasional kampus.
“Nanti-nanti ada yang menghubungi kamu,” katanya lagi dengan nada terburu-buru sambil mengucapkan salam.
Entahlah, tidak ada yang tau pasti “dapur” UGP selama ini. Belakangan kampus yang menjadi harapan banyak orang tua di Gayo ini, memang ada membeli beberapa unit mobil untuk kendaraan “dinas” ditengah krisis ekonomi kampus, tapi sayang sebagian kabarnya alih kredit ke pihak lain, karena “tekor”
Para dosen kabarnya juga akan terus bertahan, agar kelutusan sepihak dapat dianulir pihak yayasan. Jurnalisa
Wapres Gibran Rakabuming Raka Kunjungi Aceh Tengah, Bupati Haili Yoga Sampaikan Beberapa Hal Terkait Percepatan Penanganan Bencana
Bimtek Keuangan Diminati Peserta, Mirta; Kegiatan Ini Meningkatkan Kompetensi Aparatur Dalam Mengelola Keuangan
Pesan Dandim 0106 Aceh Tengah, Letkol Czi Rudy Haryanto Menyambut HUT Republik Indonesia Ke-81; Modal Kebersamaan Menjadikan Kita Bangsa Yang Kuat dan Maju
Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie Ajak Masyarakat Memaknai HUT Republik Indonesia Ke-81 Dengan Hikmah di Sela-Sela Pembagian Bendera Merah Putih