TAKENGON, KABARGAYO – Akhirnya 75 orang dosen dari empat Fakultas dan 10 program studi terpaksa berhenti melakukan aktivitas akademik di Kampus Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon.
Keputusan itu diambil setelah pihak kampus dan Yayasan belum sanggup membayar gaji para dosen yang nilainya berbeda-beda.
Ketua dorum dosen Syahidi SE, M.Si mengatakan, keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan matang antara sesama dosen di UGP. Bagaimana selama ini toleransi kami terhadap kampus dan yayasan sudah berlebih.
Sebenarnya menurut Syahidi, para dosen tidak mau mengambil langkah ini. “Keputusan ini harus kami ambil, karena tidak ada kepastian dari kampus dan yayasan,” ujar Syahidi diamini para dosen lainya.
Dari data yang disampaikan Syahidi bersama rekan-rekan dosen, mereka sudah enam bulan tidak dibayarkan upah mengajar sebagai dosen, sehingga harus memutuskan mengambil jalan berhenti mengajar.
“Kami berhenti, sampai ada keputusan pembayaran gaji dilakukan oleh pihak kampus dan yayasan. Tidak mungkin kami terus tanpa gaji melakukan aktivitas di kampus, sedangkan dapur harus berasap,” ujar dosen lainya.
Sumber lain, dari kampus UGP mengatakan, pihak kampus akan berupaya membayarkan gaji dosen dari biaya beasiswa mahasiswa yang akan “turun” dalam waktu dekat.
“Upaya yayasan akan membayarkan gaji dosen dari dana beasiswa yang dalam waktu dekat,” kata sumber Kabargayo.co.id yang namanya enggan disebut. Jurnalisa
Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon, Prof Dr. Ridwan Nurdin, Melantik Pengurus Alumni Priode 2025-2028
Pembinaan ASN Kampus IAIN Takengon, Rektor Prof Ridwan Nurdin; Kita Akan Terus Bergerak Membangun Atmosfir Akademik Yang Produktif dan Kolaboratif