160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Anak-anak Desa Jamur Konyel, “Pak Kami Ingin Sekolah, Bawakan Tas dan Alat Tulis Serta Baju ya”

TAKENGON, KABARGAYO | Anak-anak pengungsian di Pasantren Mi’yarul Ulum Al-Aziziyah Bintang yang berasal dari Desa Jamur Konyel meminta bantuan Tas Sekolah.

Saat dikunjungi Wartawan lintas organisasi Aceh Tengah dan Meulaboh (JAB) 25 KK warga Desa Konyel selain menceritakan kisah bagaimana mereka bisa keluar dengan taruhan nyawa dari Konyel hingga bisa bernafas lega di Pasantren tempat hunian sementara.

Rumah-rumah warga sebagian besar telah rusak dan harus ditangani cepat, apalagi menjelang masuknya bulan ramadhan.

Sriwana, mengisahkan bagaimana pedihnya mereka dengan membawa anak-anak keluar dari Desa Jamur Konyel dengan tertatih-tatih, mengangkat, mengendong dan berjalan hingga bisa menghirup udara segar tanpa ketakutan.

“Alhamdulillah kami bisa sampai disini bersama keluarga dan anak-anak. Kami keluar karena disana seperti tidak ada lagi kehidupan,” ujar Sriwana dengan wajah datar, 11 January 2026.

Anak-anak mereka ingin sekali kembali kesekolah, agar bisa belajar dan bermain seperti biasa. “Namun banyak kekurangan anak kami seperti tas, baju sekolah dan alat buku tulis,” ujarnya lirih.

“Pak kalau ada bawakan tas sekolah dan buku tulis. Kami ingin sekolah lagi,” ujar seorang anak berpakaian kostum olahraga sambil berlalu.

Para wartawan hanya bisa mengiyakan ucapan sianak. “Ya dik nanti kami kembali membawa tas dan alat buku tulis,” jawab Rahmad sambil mengengam kamera dipundak.

Dipasantren ini ada 95 jiwa keluarga yang berasal dari Desa Jamur Konyel, Bintang. Mereka bertahan sementara waktu, sambil menunggu akses jalan menuju desa mereka selesai.

Penulis, JURNALISA

iklan