TAKENGON, KABARGAYO | Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Tengah terus bersumbangsih dalam kegiatan kebencanaan yang menimpa wilayah Dataran Tinggi Gayo.
Sebagai lembaga pekerja kemanusian tertua di Indonesia dalam berkegiatan PMI telah menyalurkan puluhan ribu kubik air dan peralatan dapur serta kebutuhan rumah tangga bagi korban bencana alam dibeberapa Kecamatan.
Sebagai lembaga kemanusian PMI akan terus mendampinggi pemerintah hingga sampai pembangunan rumah hunian tetap.

Ketua Relawan Iwan Rantoni kepada media mengatakan sejauh ini pihaknya sebagai relawan terus mendampinggi warga korban melalui program-program, seperti; pemasangan Starling untuk Desa Jamat serta Restoring Family Ring (Pemulihan Huhungan Keluarga) dan program lainya yang menyentuh kondisi korban bencana.
Telah bekerja selama tiga minggu lamanya PMI Aceh Tengah telah mengunjunggi dan menjalankan program ke Desa, antara lain; Linge; Delung Sekinel, Kute Reje, Jamat, Reje Payung, Bintang; Sintep (Distribusi Air), Toweren, Kenawat, Pedemun dan Nosar serta Tebuk.
“Program kita tidak instan. Para Relawan untuk satu desa bisa berulang kali mengunjunggi yang diawali asesmen terlebih dahulu,” ucap Iwan Rantoni, 8 January 2026.
Setelah asesmen baru kita ketahui apa yang dibutuhkan (sangat) oleh korban bencana alam 26 November 2026 lalu.
“Kita akan kembali membawa semua kebutuhan termasuk obat-obatan dan air bersih,” jelas Iwan lagi sambil mengatakan program akan masuk ke Kecamatan Ketol dan Rusip Antara dalam waktu dekat.

Relawan PMI Aceh Tengah juga telah mendapatkan “asupan” bantuan dari PMI Pusat dengan berbagai kebutuhan dan alat yang dibutuhkan dilapangan, seperti alat pembersih masjid.
“Ya sudah masuk ada dua truk bantuan dari PMI Pusat yang dibawa melalui pelabuhan Keurungukuh Lhokseumawe dan diterima langsung oleh wakil Gubernur Aceh didampinggi Ketua PMI Aceh Pak Murdani,” jelas Iwan lagi.
Penulis, JURNALISA