160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Cerita Presiden Prabowo di Dapur Pengungsi Takengon, “Pak Prabowo..Pak Presiden…Saya Tak Punya Baju Sekolah”

TAKENGON, KABARGAYO | Kehadiran Presiden Prabowo sempat dua kali “batal” di Aceh Tengah karena kesibukan urusan negara.

Masyarakat yang antusias menanti histeris memanggil nama Presiden Prabowo. “Pak presiden…Pak Presiden,” teriak ibu-ibu dengan anak digendong disebelah kiri barisan yang diawasi ketat Paspampres.

Lain lagi seorang anak kecil melihat tubuhnya masih kelas enam sekolah dasar. “Pak Prabowo…Pak Prabowo…,” teriaknya sambil mengeluarkan kata-kata lain, “Pak Saya tidak punya baju sekolah, sudah terkena air longsor,” katanya polos.

Presiden yang baru usai melaksanakan sholat Jum’at di Masjid Al-Abrar, Kebayakan dengan pengamanan ketat berjalan lambat sambil menyalami masyarakat pengungsi yang ramai.

Prabowo menyalami bagian kiri dan kanan, karena untuk menyelami semua tidak mungkin. Selanjutnya presiden menuju tenda BNPB berwarna orange. Dimana dibawahnya sudah menunggu anak-anak pengungsi lainya. Dan menyalami.

Tidak hanya sampai disitu Prabowo juga menuju ke dapur pengungsi yang tengah menyiapkan makanan siang bagi warga.

“Ini makanan apa,” tanya Prabowo sambil memegang makanan yang dibalut dengan daun Pisang. Lalu seorang ibu yang dekat meja makan panjang itu menjawab, “Itu lepat Pak, makanan khas Aceh Tengah, pakai tepung, Gula serta Kelapa,” kata seorang ibu mengenakan jilbab putih.

Tidak hanya sampai disitu Prabowo juga menyantap Ikan khas Danau Lut Tawar  Depik yang sudah di goreng kering. “Ini ikan depik Pak Presiden,” jawab ibu-ibu lainya sambil meminta foto bersama.

Prabowo bagaikan “magnit” ditengah bencana. Warga berharap penuh kepada presiden untuk segera menyelesaikan hunian sementara atau bangunan baru yang memadai, agar masyarakat bisa hidup nyaman kembali, menata hidup.

Semoga apa yang menjadi harapan masyarakat, dicatat dibuku saku para menteri yang mengikuti langkah seorang presiden. Bukan sekedar catatan kaki, tapi bukti nyata, yang InsyaAllah berbuah doa masyarakat, bagi petinggi negeri.

Penulis, JURNALISA

 

iklan