160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Anggota DPRK Kritik Lambannya Penanganan Jalan KKA, Seven, “Masyarakat Mulai Serba Kekurangan Pangan”

TAKENGON, KABARGAYO | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Seven Kobat meminta dua kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah terus mengupayakan pembukaan jalan KKA.

Disampaikan Seven sebegai perwakilan rakyat, hari ini semua harus melakukan kegiatan kemanusiaan untuk memulihkan situasi “darurat” pasca bencana alam.

Politisi Seven Kobat yang melihat kenyataan di lintas jalan KKA pasca bencana sangat mengkhawatirkan Medan yang dilalui.

“Medan yang dilalui oleh rakyat dua kabupaten untuk menembus Lhokseumawe sangat payah. Lumpur, hujan dan lumpur serta kabut,” ujar Seven Kobat sambil mengatakan masyarakat mulai kekurangan pangan.

Karena kebutuhan bahan pokok seperti beras, Seven meminta dua kabupaten terus mengerakan alat-alat berat yang ada di lokasi terus bekerja.

“Saya melihat ada beberapa alat berat terduduk tidak bekerja. Sebenarnya apa ini. Rakyat Aceh Tengah dan Bener Meriah sudah 14 hari terisolasi dan pangan mulai habis. Salah satu jalan harus diupayakan dibuka, KKA kah atau jalur Bireun,” jelas Seven, 9 Desember 2025.

Hal senada juga disampaikan aktivis Badri dan Ketua KNPI Fery Yanto. Kedua aktivis ini menyoalkan pernyataan wakil gubernur Fadhlullah, saat berada di Takengon mengatakan jalur KKA akan terbuka empat hari setelah bencana.

Namun sampai 14 bencana menghantam Aceh Tengah dan Bener Meriah, masyarakat masih terkurung dan kekurangan sembako.

“Omon-omon wakil gubernur Aceh terkait jalur KKA terbuka pasca 4 hari longsor adalah isapan jempol semata,” ujar Badri.

Penulis, JURNALISA

iklan