160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Empat Warga Karang Ampar “Keluar” Kampung Gerilya Sembako Terdampar di Base Camp 813 Jaya

TAKENGON, KABARGAYO | Empat masyarakat Karang Ampar memilih keluar dari kampung menuju Kota Takengon. Kondisi itu mereka sepakati karena di Desa sudah kehabisan bahan pangan, seperti beras, minyak goreng dan lainya.

Sepakat berjalan, karena sepeda motor tak lagi bisa digunakan karena kehabisan minyak. Dijual juga tidak ada. “Tidak ada minyak bang. Sepeda motor semua terparkir,” ujar Sanusi dengan wajah pucat dan tangan bergetar karena belum makan.

“Yo’ kita kerumah istirahat mandi dan makan nanti dirumah kita cerita,” ajak Mugie bersama Andi Irham saat berada di Posko Induk Bencana Kabupaten.

Situasi sulit daerah dan emosi yang labil masyarakat mengharuskan semua harus saling menguatkan satu sama lain.

Sampai di Base Camp 813 Jaya ke-empat pemuda tadi langsung disuguhkan nasi dengan lauk yang tersedia sesuai dengan situasi saat ini.

Melihat mereka menyantap makanan, terasa begitu sulit menghadapi bencana ini. Namun dengan kekuatan bersama masyarakat bisa bangun dan bangkit.

Apalagi semua pihak telah menujukan mata untuk Aceh Tengah, setelah viral. Buktinya pusat terus memperhatikan dengan mengirim Droen melaluk Sugiono bantuan beras, juga BBM dari Presiden Prabowo Subianto.

Kembali ke empat pemuda tadi. “Di kampung kami tidak bisa bertahan bang. Harus ada yang keluar mencari sembako,” ujar Fahri berkulit hitam manis dengan mata kelam. Menampakan kelelahan setelah berjam-jam menembus kebun dan jalan serta arunggi sungai karena jembatan yang bergeser akibat arus deras air.

Usai makan keempat pemuda tadi langsung diberikan bekal beras 10 kilogram perorangan untuk kembali ke Desa Karang Ampar Ketol.

“Ya semoga sampai tujuan dan pertemu keluarga. Salam untuk masyarakat disana, tetap semangat dan kuat dalam situasi ini,” pesan Andi Irham menguatkan keempat pemuda.

Penulis, JURNALISA

iklan