TAKENGON, KABARGAYO | Takengon, Kabupaten Aceh Tengah masih “terkurung” akibat longsor yang parah di dua jalur (Takengon-Bireun dan Takengon-Lhokseumawe).
Ketua DPRK Aceh Tengah, Fitriana Mugie meminta kepada Bapak Presiden, Menteri PUPR serta Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Untuk secepatnya menyelesaikan jalur Takengon – Lhokseumawe. Hanya ini satu-satunya akses yang paling “mudah” untuk diselesaikan sesegera mungkin.
“Dibanding jalur Takengon-Bireun yang rusaknya sangat parah akibat bencana alam Gayo tanggal 26 Desember 2025.
Hari ini Aceh Tengah membutuhkan pasokan makanan atau sembako. Bila dalam tiga hari kedepan akses jalan belum ada.
“Masyarakat terancam kelaparan dibeberapa Kecamatan Aceh Tengah. Kami berharap sangat kepada pemerintah Pusat dan Provinsi untuk segera membuka akses jalur agar semua bisa mudah dalam menghadapi bencana ini. Sudah 11 hari Aceh Tengah terkurung,” ungkap Fitriana Mugie dengan mata berkaca, 7 Desember 2025.
Fitriana Mugie mewakili masyarakat Takengon secara umum menyampaikan jeritan hati warga Gayo yang saat ini telah kehabisan Sembako dan BBM.
“Saya menyampaikan jeritan hati masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah. Karena sembako sudah tidak ada lagi begitu juga BBM,” lanjut Fitriana Mugie.
Penulis, JURNALISA