TAKENGON, KABARGAYO – Pasca demo para non ASN Rumah Sakit Umum Datu Beru, Takengon dua hari lalu ke Lembaga Legislatif daerah setempat menuntut kejelasan nama-nama mereka tidak masuk di data BKN Pusat.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, H. Hamdan, SH melakukan sidak ke Rumah Sakit Datu Beru secara diam-diam.
Sidak dilakukan politisi Partai Nasdem ini untuk memastikan bahawa para honorer di RS. Datu Beru bekerja seperti biasa dan terus berkoordinasi dengan pihak managemen RSUD dalam hal tuntutan. Dan juga pihak Legislatif (para wakil rakyat-red) sedia pengaduan secara personal untuk mencari jalan keluar terbaik bagi seluruh tenaga honorer.
“Kita lakukan sidak, memastikan adik-adik kita semua bekerja tidak dibawah tekanan. Dan kami sebagai wakil rakyat siap menerima dan berkoordinasi terkait keluhan pegawai honorer Rumah Sakit Datu Beru,” kata Hamdan menyampaikan kepada media ini, 19 Oktober 2024 usai sidak.

Harapan Hamdan, pihak rumah sakit juga terus melalukan pembenahan dalam “pengutamaan” nama-nama pegawai honorer dalam penerimaan PPPK kedepan. “Nama-nama adik adik itu harus masuk dalam buku besar BKN Pusat, agar memudahkan dalam proses lanjutan terkait penerimaan.
Lain itu, bidang-bidang harus selalu abdate nama-nama saudara-saudara kita tenaga honorer. “Kasian mereka belasan tahun mengabdi giliran ada peluang tidak bisa karena nama mereka tidak terdaftar,” ungkap Hamdan lagi.
“Alhamdulillah, kawan-kawan dan adik-adik kita semua masuk kerja disetiap ruangan, semoga semua ada hikmahnya. Dan saya siap menjadi tempat diskusi para tenaga honorer,” tutup Hamdan.
Dalam sidak dadakan itu, Wakil Ketua I DPRK ini sempat berdialog bersama Direktur Rumah Sakit Umum Datu Beru, dr.Gusnarwin serta Staf. Bahwa semua pasti ada jalan terbaik untuk para tenaga honorer. Jurnalisa