160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Tenaga Honorer Rumah Sakit Datu Beru Takengon Demo, Minta Kejelasan Nama Mereka Tidak Terdaftar di BKN Pusat

TAKENGON, KABARGAYO – 504 pegawai honorer menuntut kradilan dari Direktur Rumah Sakit Umum Datu Beru Takengon. Para honorer yang diwakili ratusan prang itu, sempat terhenti dijalan raya Yos Sudarso tertahan oleh aparat keamanan.

Rike Mahara salah seorang pegawai honorer dengan mengunakan pengeras suara mengatakan pihaknya selalu dinomor duakan dalam kesempatan-kesempatan untuk “kebaikan” tujungan.

Lain itu, para honorer rumah sakit juga menyatakan dan menuntut kejelasan pembagian jasa medis yang sangat “menjurang” dan jauh dari kata wajar. “Bayangkan dalam kegiatan kami hanya menerima Rp.350 – Rp.500 ribu perorangan,” kata Rike Mahara dihadapan aparat kepolisian.

Para pendemo meminta para perwakilan rakyat yang duduk di lembaga DPRK Aceh Tengah memihak dipihak mereka. “Kami ingin anggota DPRK memihak dikami dalam hal ini,” kata Rike Mahara, 17 Oktober 2024.

Para pendemo juga heran kenapa 504 tenaga honorer tidak terdaftar di BKN Pusat. “Kami menanyakan itu, kenapa nama-nama kami tidak terdaftar di BKN, sehingga tidak bisa mendaftar sebagai P3K,” ujar seorang wanita pegawai honorer yang tengah mengendong anaknya.

Ditektur Rumah Sakit Umum Datu Beru Takengon, dr. Gusnarwin saat diminta jawaban terkait dengan aksi demo mengatakan, pihaknya tengah melakukan rapat menyahuti aksi para tenaga honorer saat ini.

“Kami tengah melakukan rapat dengan semua bidang menyahuti aksi para tenaga honorer itu, mereka semua anak-anak kami. Dan kami akan memberikan penjelasan terhadap tuntutan mereka,” kata Gusnarwin. Jurnalisa

 

iklan