TAKENGON, KABARGAYO – Kejadian tragis menimpa satu keluarga (empat orang) terdiri dari Suami, Istri serta dua orang anak di Desa Ramung Ara, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah, tertimbun longsor.
Ditengah malam hujan deras yang menguyur wilayah dataran tinggi Gayo itu ternyata membawa korban jiwa. Rumah yang mereka tempati terseret tanah kuning pegunungan bekas “galian C” yang terjadi di belakang tempat tinggal Almarhum Kaisar Sopian (30 th).
Kejadian menurut Kalak Andalika melalui Tim TRC, Imran yang turun langsung ditengah malam (dini hari-red) menyampaikan. Dalam rumah ada empat orang terdiri dari; Suami Kaisar Sopian (30 th), Istri Putri Amanda (28 th), Sopia (10 th) serta Gibran (6 th).
Diceritakan Imran, keempatnya ditemukan pagi hari, 9 Oktober 2024 sudah tidak bernyawa. Satu keluarga itu ditemukan didalam aliran air (parit-red) terbawa oleh lumpur longsor pegunungan.
“Ke empat anggota keluarga itu terseret dan jatuh kedalam parit depan rumah seterusnya tertimbun oleh lumpur tanah,” kata Imran melihat kronologis kejadian dilapangan.
Dibelakang rumah korban terdapat pegunungan yang beberapa pekan lalu, diduga baru diambil materialnya yang digunakan menimbun lapangan bola.
Diperkirakan tanah labil, karena hujan deras dan seterusnya terjadi longsor, hingga menghanyutkan rumah serta isinya. Yang mengakibatkan empat nyawa menjadi korban.
Camat Celala, Yusri Johan mengatakan di RS Datu Beru Takengon, keluarga korban ini baru dua tahun tinggal di Kecamatan Celala. Dan ke empat korban diminta keluarga dibawa pulang ke Kabupaten Aceh Tenggara, Kotacane.
“Mereka baru dua tahun tinggal di Celala bekerja sebagai petani kebun. Keluarga meminta empat korban dibawa ke Kotacane untuk dikebumikan,” kata Yusri Johan. Jurnalisa