TAKENGON KABARGAYO – Langkah saya, sama dengan langkah masyarakat Aceh Tengah, kemakmuran merata. Keinginan saya, sama dengan keinginan masyarakat luas, kesejahteraan semua. Ingin Gayo yang berdaulat dan bisa membangun daerah ini sama dan setara dengan Kabupaten lain.
“Kita sama dilahirkan di daerah yang sangat indah dan sangat berdaulat dan bermartabat dengan budaya serta adat istiadat,” tutur Haili Yoga yang saat ini menjadi bakal calon bupati ditempat tanah kelahiranya.
Haili Yoga lahir di Desa Kelupak Mata, Kecamatan Kebayakan, 03-02-1970. Hidup dari keluarga petani kecil, Haili sebagai tertua dalam keluarga terus berjuang hingga bisa menjadi abdi negara (ASN) ditahun 1983.
Keinginan kuatnya untuk membangun dan membentuk kawasan wisata yang berbasis rakyat, sungguh sejak lama di idam-idamkanya. Menurutnya Gayo ini tinggal dipoles hingga bisa menjadi kawasan wisata religi.
Begitu juga pemerintahan, “Jika tata kelolanya bagus maka daerah ini akan berjalan dengan baik,” kata Haili Yoga yang telah menduduki beberapa dinas dan sebagai Sekda.
Disampaikanya, sebagai daerah wisata, semua masyarakat harus saling tegur sapa dalam menyambut tamu (wisatawan) yang hadir di Takengon ini.
“Kunci sebagai daerah wisata adalah ramah, bersih, murah dan selalu memberikan yang terbaik bagi pendatang,” ujarnya sambil terus menyiapkan SDM yang mumpuni.
Untuk mendapatkan itu semua, menurut Haili Yoga dibutuhkan tenaga-tenaga trampil.
“Kita akan lakukan yang terbaik untuk Aceh Tengah, dengan konsep wisata yang islami tidak kaku serta semraut. Ini semua membutuhkan pemikiran dan kerja sama tim tentunya,” ungkap Haili Yoga selama memimpin Bener Meriah banyak mendapatkan penghargaan ditingkat nasional.
Satu hal lainya, Aceh Tengah sebagai lambung kopi Arabika, menurut Haili Yoga harus ada peremajaan tanaman kopi.
“Dan ini harus disepakati petani dengan pemerintah. Kita tidak bisa lagi mempertahankan pohon kopi yang ditanam pada jaman Belanda dulu. Kita harus mengubah pola pikir dan pola tanam kopi, agar bisa menghasilkan buah yang maksimal,” lanjut Haili yang lahir sebagai anak petani kopi.
Menurutnya tidak ada yang tidak mungkin, kalau kita semua mau saling bahu membahu membangun negeri Tanoh Gayo ini. Haili Yoga sangat terkesan dengan lirik lagu AR Muse “Engon ko so Tanoh Gayo, si megah mu reta dele”. Menurutnya harusnya kita bangkit dan bersatu untuk negeri tercinta ini.
Gayo serumpun; Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara serta Bener Meriah harus menjadi satu kesatuan dalam menjaga budaya dan adat istiadat.
Gayo sebagai suku tertua di Aceh tidak boleh dipandang lemah oleh pihak lain.
“Kita mempunyai yang daerah lain tidak ada. Sumber daya alam melimpah, ESDM cukup tanah yang subur semua tersedia disini. Maka kita harus bangkit, jangan lagi kita terpuruk oleh mimpi-mimpi semu,” harap Haili Yoga yang sudah mulai bertugas sebagai ASN sejak 1985.
Terakhir mengapa dirinya mau mencalonkan diri sebagai bupati, Haili Yoga ingin menjadi pelayan masyarakat. “Saya ingin menjadi pelayan masyarakat,” katanya datar.
Menurutnya Allah SWT telah memberikan alam yang begitu indah untuk masyarakat Gayo, “Mari bersama-sama kita jaga,” harapnya.
Ada tugas masing-masing yang harus di kolaborasikan, sehingga tujuan dan keinginan bersama atas nama Masyarakat Gayo akan tercapai sempurna, jelasnya. Jurnalisa