160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Peringati HUT RI Ke-81 Kampung Atu Gajah Serta 18 Kampung Lainya Masih Blank Spot Kadis Kominfo Aceh Tengah Tak Berdaya

TAKENGON, KABARGAYO | Kesenjangan akses internet masih dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Tengah. Salah satunya masyarakat Desa Atu Gajah Reje Guru, Kecamatan Bebesen, yang hingga kini mengaku belum mendapatkan layanan jaringan seluler secara memadai.

Kondisi tersebut disebut telah berlangsung sejak desa berdiri. Warga bahkan harus mengeluarkan biaya sendiri untuk mendapatkan akses internet melalui perangkat Starlink.

Helmi, salah seorang warga Atu Gajah Reje Guru, mengatakan, masyarakat membayar sekitar Rp.230.000 per bulan untuk layanan Starlink, di luar biaya pemasangan sekitar Rp.500.000.

“Sejak adanya desa ini, jaringan tidak ada. Kami terpaksa membeli Starlink agar bisa merasakan akses internet,” ujar Helmi,  18 Agustus 2026.

Menurut dia, warga sebelumnya juga pernah menggunakan sejumlah layanan internet berbasis modem dan kabel, seperti NetOne dan Aikonek. Namun, kebutuhan terhadap jaringan seluler tetap belum teratasi.

Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan persoalan tersebut melalui pemerintah desa untuk diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Namun, hingga kini belum ada pembangunan menara telekomunikasi di wilayah tersebut.

Helmi mengatakan, warga juga pernah mendapat informasi bahwa pembangunan menara telekomunikasi mempertimbangkan jumlah pelanggan.

“Katanya belum mencukupi jumlah penduduk. Minimal harus ada sekitar 1.000 pelanggan baru bisa dibangun tower,” kata Helmi, menirukan informasi yang diterima warga dari pihak operator.
Kondisi itu semakin menyulitkan warga ketika terjadi pemadaman listrik. Sebab, akses internet yang digunakan warga turut terputus.

Penulis, JURNALISA

iklan