160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Bupati Tagore: Merah Putih Tak Cukup Berkibar di Tiang Harus Hidup di Hati

REDELONG, KABARGAYO | Bupati Bener Meriah Ir. H. Tagore Abubakar mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan, menjaga kedamaian dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memicu perpecahan.

Pesan itu disampaikan Tagore saat menghadiri Apel Kebangsaan Indonesia Damai bertema “Bersatu dalam Kebhinekaan, Menjaga Persatuan Bangsa” yang digelar di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Senin (24/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bener Meriah Ir. H. Armia, Danrem 011/LW Brigjen TNI Ali Amran, Danbrigif 47/AR Letkol Inf Raden Aldi Wibisono, Dandim 0119 Bener Meriah Letkol Arh. Febry Adyanto, Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto, Ketua DPRK Bener Meriah Mhd. Saleh, Kepala Kejaksaan Negeri Bener Meriah Edward, Danyonif 114/SM Letkol Inf Fahrul Yuza, unsur Forkopimda, jajaran SKPK, organisasi kemasyarakatan, organisasi wanita serta masyarakat.

Dalam sambutannya, Tagore mengatakan Indonesia dibangun dari keberagaman suku, bahasa, adat, budaya dan agama. Perbedaan tersebut, kata dia, bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang harus dirawat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Tanoh Gayo adalah rumah kita bersama. Karena itu, semangat kebangsaan dan perdamaian harus terus kita jaga,” ujar Tagore.

Menurutnya, mempertahankan kemerdekaan pada masa kini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata. Perjuangan dapat diwujudkan melalui menjaga persatuan, keamanan, kerukunan dan semangat gotong royong.

“Mari kita amalkan Pancasila, hormati setiap perbedaan, jaga kedamaian Tanoh Gayo, serta bersama-sama membangun Bener Meriah agar semakin maju, sejahtera dan bermartabat,” katanya.

Tagore menegaskan, kecintaan terhadap Indonesia tidak cukup hanya ditunjukkan dengan mengibarkan bendera Merah Putih.

“Merah Putih tidak cukup hanya kita kibarkan di tiang, tetapi harus selalu berkibar di hati dan tercermin dalam setiap pengabdian kita kepada daerah dan bangsa,” tegasnya.

Singgung Sejarah Radio Rimba Raya
Dalam kesempatan itu, Tagore juga mengingatkan masyarakat tentang sejarah Radio Rimba Raya yang memiliki peran penting dalam mempertahankan eksistensi Republik Indonesia di mata dunia.

Bagi masyarakat Bener Meriah, menurutnya, Radio Rimba Raya bukan sekadar peninggalan sejarah, tetapi simbol perjuangan, persatuan dan keberanian dalam mempertahankan Merah Putih.

“Sejarah ini harus terus kita kenang dan diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat mengenang sejarah Reje Linge sebagai bagian dari perjalanan panjang masyarakat Tanoh Gayo.
Tagore menilai sejarah perjuangan para pendahulu harus menjadi sumber inspirasi bagi generasi sekarang untuk menjaga persatuan sekaligus membangun daerah dengan semangat kebersamaan dan cinta tanah air.

Pemerintah Harus Cepat Hadapi Kondisi Darurat
Selain persoalan persatuan, Tagore turut menyinggung pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi kondisi darurat, baik akibat bencana, konflik maupun keadaan luar biasa lainnya.

Dalam situasi tersebut, pemerintah dituntut mampu bergerak cepat untuk melindungi masyarakat, menjamin pelayanan publik, menjaga keamanan dan memastikan roda pemerintahan tetap berjalan.

“Semangat inilah yang harus terus kita bangun, cepat bertindak, kuat bersinergi dan selalu mengutamakan keselamatan serta kepentingan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Danrem 011/LW Brigjen TNI Ali Amran mengapresiasi pelaksanaan Apel Kebangsaan Indonesia Damai yang digelar Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.
Ia mengajak seluruh peserta untuk kembali mengingat jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, generasi penerus memiliki tanggung jawab menjaga Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berpotensi memecah persatuan.

“Jangan mudah terprovokasi dengan kejadian yang mengarah pada perpecahan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menghormati simbol-simbol negara dan memedomani Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Danrem mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan dengan pendidikan, integritas dan karya nyata agar dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.

Di akhir kegiatan, semangat kebangsaan dan perdamaian kembali ditegaskan sebagai tanggung jawab bersama. Perbedaan tidak semestinya menjadi sumber perpecahan, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun Bener Meriah yang aman, damai dan bermartabat.*

iklan