160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Haji Yudi Tergabung Dalam Donasi Gayo Peduli Terobos Jalur KKA, “Kita Harus Satukan Semua Kekuatan”

TAKENGON, KABARGAYO | H. Mawardi adalah sosok tangguh dalam menerobos jalan KKA pasca bencana alam yang memporak-porandakan jalan arah Lhokseumawe menuju Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Sudah 15 hari masyarakat Gayo serumpun dua kabupaten terkurung sepi tanpa listrik, air dan jaringan telekomunikasi. Dan yang paling parahnya sembako mulai menipis. Bencana akhir tahun ini membuat masyarakat harus bertahan semampunya.

Mawardi sering disapa Yudi panggilan hari-harinya. Hatinya remuk dan nafasnya sesak mendengar masyarakat diwilayah tengah terkurung dan hampir saja kelaparan.

Yudi tidak sendiri. Bersama sahabat yang bergerak didunia usaha yang ada di Aceh berkumpul dalam Donasi Gayo Peduli. Yudi yang ikhlas membantu dalam bencana terus berkomunikasi dengan sahabatnya Andi Irham, Mugie serta Sona, Fhouzi (Dunia Barusa), Abi Depi, Fariz serta Vivie Subarni .

Mereka merasakan duka saudara-saudaranya bukan saja di wilayah Gayo tetapi Aceh secara umumnya.

Yudi dan kawan-kawan dalam bencana Gayo pertama menurunkan alat berat untuk membuka akses jalur KKA yang hancur akibat bencana alam.

Dalam pikirannya bagaimana masyarakat tengah bisa keluar dari keterisolasian. Yudi menyediakan 6 ton beras, Mie Instan, terlur dan 250 liter Pertamak bantuan Dunia Barusa.

“Saya sampaikan kondisi ril Aceh hari ini. Dan bapak-bapak dipusat harus tau semua. Agar bisa memahami secara umum,” kata Mawardi, 10 Desember 2025.

Yudi juga menyampaikan terimakasih atas respon cepat kawan-kawan seprofesi yang (sama) bergerak cepat untuk bantuan kemanusiaan ini.

Tergabung dalam relawan Donasi Gayo Peduli Yudi optimis jalur KKA akan selesai dalam waktu yang tidak lama. Karena beberapa alat berat bantuan dari PT. Trakindo.

“Kita akan minta alat dari PT. Trakindo bekerjasama dengan PT. Kreung Meuh untuk membantu pengerjaan ini. Malam ini akan dikirim dari Medan,” kata Haji Mawardi alias Yudi.

Kekuatan harus disatukan dalam menyelesaikan masalah bencana di Aceh. “Bekerja sendiri-sendiri tak akan mudah dan tak akan selesai. Kita harus satukan semua kekuatan,” lanjut Yudi lagi.

Belum terbukanya akses Lhokseumawe ke Aceh Tengah membuat banyak bantuan komunitas tertunda sampai ke masyarakat korban bencana.

Dalam waktu dekat disampaikan Yudi  pihaknya akan ke Takengon bersama 100 komunitas trail di pimpin oleh Ali Khadafi dan dukungan Polres Lhokseumawe dan membuat cam di kilometer 43.

“Kita akan kerahkan komunitas trail k3 Takengon untuk menyalurkan bantuan dan memberikan semangat bagi kawan-kawan dan masyarakat umum,” ungkap Yudi penuh semangat.

Terakhir dijelaskan Yudi, akan membuat Cam di Kilometer 43 bersama jajaran TNI dipimpin Lettu Fery untuk penanganan jalan KKA.

Penulis, JURNALISA

 

KABARGAYO.CO.ID ~ KRITIS, INDEPENDEN & TERPERCAYA

You might also like