TAKENGON, KABARGAYO | Kecamatan Kebayakan musibah longsor 26 November 2025 membuat duka hampir dua ribuan warga.
Desa yang terletak dipinggiran Danau Lut Tawar itu sampai hari ketiga, masih belum pulih dari situasi tanah longsor yang menimbun badan jalan.
Seperti di Desa Mendale. Situasi panik dan tanggap darurat yang diberlakukan pemerintah tidak semua bisa dapat tercapai dengan mudah.
Di Desa Mendale beberapa lokasi wisata hancur diterjang longsor akibat hujan. Beberapa gunung memuntahkan tanah kuning dan bongkahan kayu yang menghampiri lokasi wisata diseputaran itu.
Ada ribuan kubik tanah menimhun lokasi wisata yang selama ini ramai dikunjungi warga. Dan dikabarkan masih ada masyarakat yang tertimbun dibawah tumpukan tanah yang sudah mengunung.
Yusra warga mendale, mengatakan malam hujan lebat turun sore itu, dirinya dan istri serta anak pindah tidur ke tempat orang tua di Tetunjung.
“Saya pergi ke tempat orang tua tidur, karena mamak juga tengah tidak begitu sehat,” kata Yusra, 29 November 2025.
Yusra mendengar pagi harinya (26 November 2025) Kampung Mendale sudah dilanda banjir bandang dari beberapa Gunung. Antara Lain; Gunung Mentari, Gunung Bur Uluh Gajah, Gunung Belacan serta Gunung Bebuli.
Ketiga Gunung inilah “memuntahkan” tanah dan dan bongkahan kayu yang meratakan ratusan rumah warga di Desa Mendale.
Mendale satu desa pinggiran Danau Lut Tawar, selama ini menjadi lintasan wisatawan, saat ini tidak bisa dilalui. Karena lumpur masih mengenanngi ruas jalan.
Penulis, JURNALISA