160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Terima Delegasi Malaysia, Murthalamuddin Plt Kadis Pendidikan Aceh, “Bahas Penguatan Kerjasama Pendidikan dan Pelatihan Guru”

BANDA ACEH, KABARGAYO | Delegasi Kedutaan Besar Malaysia Jakarta dipimpin Dr.Hasnul Faizal bin Husin Amri (Menteri Kedutaan Pendidikan) bersama Encik Abdul Aziz Abdullah Atase Pendidikan diterima Plt Kadis Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP didampinggi Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Syariah Joni S.Pd., M.Pd diruangan Kantor Dinas Pendidikan Aceh.

Pertemuan dalam suasana akrab dan saling memberikan masukan dan saran serta berdiskusi mengenai peluang kolaborasi didunia Pendidikan.

Dalam pertemuan tersebut, Delegasi Kedutaan Malaysia memaparkan berbagai program dapat diakses oleh guru, siswa, hingga kepala sekolah di Aceh.

Mulai dari special certificate di bidang vokasi dan teknis, pelatihan guru di universitas pendidikan ternama seperti UPSI, hingga staff attachment bagi kepala sekolah untuk mempelajari manajemen pendidikan di Malaysia selama satu hingga tiga minggu.

Encik Abdul Aziz menjelaskan bahwa Malaysia mengembangkan konsep edu-tourism, di mana sekolah dan universitas tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga tujuan kunjungan pendidikan internasional.

“Banyak sekolah teknik, sekolah sukan (olahraga), hingga sekolah model yang siap menerima delegasi Aceh. Kami ingin membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya,” ujarnya.

Murthalamuddin menyambut baik tawaran ini dan menekankan bahwa Aceh memiliki kebutuhan besar untuk memperkaya pengalaman internasional para pendidik. Menurutnya, banyak kebijakan dan praktik baik Malaysia yang dapat menjadi inspirasi. Ia juga menyampaikan pengalaman pribadinya yang sering berkunjung ke Malaysia sejak tahun 2000-an dan melihat bagaimana pemerintah Malaysia responsif terhadap isu-isu pendidikan.

“Saya ingin kepala sekolah dan guru kita merasakan langsung bagaimana sekolah-sekolah di Malaysia dikelola. Bagaimana supervisi dilakukan, bagaimana hubungan guru dengan kepala sekolah dibangun, dan bagaimana manajemen pendidikan diterapkan secara konsisten,” kata Murthalamuddin.

Ia menilai pengalaman lapangan seperti itu dapat memperluas perspektif pendidik Aceh dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.

Pada kesempatan tersebut, Murthalamuddin juga menyampaikan keinginan untuk membuka jalur kerja sama bagi siswa SMK, khususnya yang menekuni bidang otomotif, teknik, dan vokasi. Ia berharap ada peluang magang atau pelatihan di perusahaan-perusahaan Malaysia yang relevan dengan kebutuhan industri.

Dinas Pendidikan Aceh dan Delegasi Malaysia sepakat melakukan tindak lanjut cepat. Delegasi Malaysia akan diundang pada rapat besar kepala SMA/SMK pada akhir November untuk memberikan paparan khusus melalui sesi tatap muka dan daring. Kepala sekolah dan guru BK akan diikutsertakan agar informasi tersampaikan secara menyeluruh.

Pertemuan ini menjadi langkah awal membuka gerbang kolaborasi Aceh–Malaysia, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Aceh melalui pendidikan yang lebih terbuka, modern, dan berorientasi global.

Penulis, JURNALISA

 

KABARGAYO.CO.ID ~ KRITIS, INDEPENDEN & TERPERCAYA

You might also like