TAKENGON, KABARGAYO – Semangat jamaah sholat subuh di Masjid Agung Ruhama Takengon, pagi ini menerima santapan rohani dari Ridwan Kari seorang tengku yang gemar membaca buku dan mengupas isi kandungan Alqur’an.
Disampaikan Ridwan Kari, dari isi kuliah pagi itu dirinya mengajak semua muslim agar taat dan mengimankan tuhan dalam langkah dan ucapan sehari-hari. Meminta petunjuk dan diri kita membutuhkan petunjuk dari Yang Maha Kuasa, yaitu Allah SWT.
Semua yang diperintahkan harus kita amalkan. Misalnya kita harus berbuat baik dengan sesama, membaca Alqur’an serta bersikap baik dengan siapapun. “Semua harus kita jalankan dengan benar dan dijalurnya,” ungkap Ridwan Kari.
Menurut Ridwan Kari dunia ini tidak pernah keliru, tapi kita jangan sempit berpikir terkait dunia ini. Lain itu, sebagai umat kita harus meminta kepada Allah baikanlah dunia ini bagi perjalanan kita (didunia).
Tujuan kehidupan dunia ini adalah akhirat. “Kita hidup untuk tujuan akhirat. Nah, dunia ini semua kita harus benar-benar siap untuk menuju akhirat,” kata Ridwan Kari, 16 January 2025.
Semua yang kita jalankan untuk membangun kehidupan akhirat. “Jadi kita jangan mengira ini untuk kehidupan dunia, tidak, membanyun kehidupan akhirat samgat penting dati pada dunia,” ungkap Ridwan di hadapan jamaah sholat subuh.
Ridwan mengingatkan jamaah subuh agar, selalu memunculkan semua prilaku dan membangun kebijakan untuk kehidupan akhirat. Sambil mengatakan, semua kita harus mempelajari secara mendalam, isi dari kandungan Alqur’an.
Ridwan juga menceritakan kisah seorang warga Amerika sebagai mualaf yang pernah tinggal 16 tahun di Arab Saudi. Dan setelah mempelajari Islam dia kembali ke Amerika dan menjalankan kehidupan normal dengan mengamalkan kandungan Alqur’an. Katanya yang paling menyentuh, “Untuk menjadi islam tidak harus orang Arab,” lanjut Ridwan Kari sambil mengatakan yang penting mau menghayati isi dannperintah dari Alqur’an.
Alqur’an petunjuk untuk semua kebenaran, dalam kehidupan ini menuju akhirat. Allah telah membentuk kita semua sempurna, untuk saling mengingatkan. Hati adalah tempat bertumbuh kebaikan. Kita harus mensucikan hati untuk kebaikan.
Kita harus bisa mengusir setan dan menetapkan Allah dalam hati dan jiwa serta bathin kita. Jadilah kita orang yang sabar.
Kita jangan melupakan Allah. Kalau kita melupakan, pasti niat berbuat jahat akan muncul.
Kita akan sesat, jika melupakan Allah. Nanti, Allah akan melihat hati dan jiwa kita, dalam bersikap di dunia ini. Kehidupan akhirat jauh lebih penting dari dunia ini, tutup Ridwan Kari. Jurnalisa