TAKENGON KABARGAYO – Para pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) sampai saat ini, belum juga menempati rumah dinas yang terletak di Desa Kuteni Reje, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah.
Tiga rumah dinas diantaranya; rumah dinas pimpinan DPRK, rumah dinas wakil I DPRK serta rumah dinas wakil pimpinan II.
Pimpinan DPRK, Fitriana Mugie menyampaikan, rumah dinas kenapa belum ditempati karena kondisi tidak layak huni, selain plafon beberapa ruangan telah runtuh laun itu atap beberapa bagian juga bocor, sehingga saat hujan lantai keramik tergenang air.

“Kondisinya itu, atap bocor dan plafon bocor sehingga kalau hujan ruangan basah. Dan masih banyak perbaikan yang harus dilakukan, itu masuk dalam aturan kelembagaan,” kata pimpinan DPRK Fitriana Mugie.
Senada dengan Fitriana Mugie, Wakil II pimpinan DPRK Susilawati menyampaikan sebenarnya di dalam ajuan perubahan APBK sudah diusulkan oleh bagian Sekwan. Namun Anggaran Peubaham di Perbubkan oleh Bupati hingga usulan perbaikan rumah dinas dan pengadaan fasilitas dalam rumah batal semua.
“Didalam APBK perubahan sudah diusulkan oleh bagian Sekwan, terus APBK Perubahan di Perbubkan Bupati Subhandhy. Sehingga kami harus mengusulkan kembali di APBK murni 2025, termasuk pengadaan mobil,” kata Susilawati, 21 November 2024.
Susilawati, Politisi PKS ini mengatakan selain rumah dinas pihaknya juga akan mengusulkan mobil dinas wakil pimpinan DPRK.
“Ya, dua mobil dinas wakil pimpinan DPRK, karena itu sifatnya wajib dan harus diutamakan,” kata Susilawati sambil mengatakan bangunan rumah dinas dibangun 2004 lalu. Jurnalisa